Baru Jadian? 8 Kesalahan Umum Dilakukan Orang Saat Baru Memulai Hubungan
SerbaSerbi

Inilah hal-hal yang bisa membuat hubungan kamu nggak bertahan lama meski kamu baru memulainya bersama orang lain.

WowKeren - Namanya juga manusia, wajar kok berbuat salah. Apalagi dalam hubungan, menyatukan dua kepala dengan cara pandang yang nggak mungkin selalu sama. Pasti ada saja dramanya. Kalau kamu sudah bertahun-tahun jadi single independen woman dan kemudian pada suatu hari kamu bertemu seorang pria, dan dia berhasil membuat kamu mengiyakan untuk membina hubungan.

Tapi, hati-hati beda dengan orang yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan sama pasangannya, pondasi rasa percaya sudah kuat, jadi kalau ada drama-drama kecil, gampang untuk ditolerir. Sedangkan untuk kamu yang baru jadian atau memulai kencan, beda lagi ceritanya. Hati-hati, berikut adalah 8 kesalahan yang paling sering dilakukan orang yang baru jadian:

Harus Selalu Ada Setiap Waktu

Ternyata, selalu ada itu bikin pria yang baru kamu pacarin ini bisa jadi bertanya-tanya. Sebenarnya kamu jadian sama dia karena benar-benar naksir sama dia atau karena kamu hanya bosan menyendiri terlalu lama. Dengan kamu yang "selalu ada" ini juga bisa berisiko bikin pasanganmu kehilangan rasa tertarik dan cepat bosan.

Kalau menurut lagunya Tulus, rindu itu baik lho. Jadi meski kamu dan pasanganmu lagi "hangat-hangatnya" karena baru jadian tetap butuh ruang sendiri. Kamu sebaiknya diskusikan dengan pasanganmu kamu mengenai waktu untuk meluangkan waktu bersama. Kunci fondasi hubungan yang kuat adalah komunikasi.

Gampang Memutuskan Hubungan

Memang, jadi perempuan tuh harus pemilih! Nggak ada yang salah sama sekali untuk kamu punya standar yang tinggi untuk siapapun yang mau jadi pasangan hidup kamu. Tapi kalau kamu lagi dekat sama seseorang atau baru jadian dan kamu ketemu sesuatu hal yang sepele yang kebetulan kamu nggak suka. Misalnya kalian beda pilihan capres kemarin atau kamu nggak suka durian sedangkan dia suka banget. Jangan langsung menutup pintu hatimu.

Sayang banget kalau kamu langsung memutus hubungan cuma karena perkara politik pilkada atau preferensi makanan. Kamu boleh punya pilihan apa yang harus dipunya dan apa yang nggak boleh ada di pasangan kamu. Tapi kamu juga harus berpikiran terbuka dan menyadari kalau yang namanya hubungan nggak akan sesempurna drama-drama Korea yang instan dan sempurna. Berilah si dia kesempatan untuk menunjukkan dialah yang terbaik untuk dirimu.

Terlalu Berbagi

Jadi orang yang terbuka dan jujur itu baik kok. Tapi bukan berarti kamu harus memberi tahu rahasia kelam kamu atau menceritakan masa lalu percintaan yang kamu nggak pengen ingat di kencan pertama sama si dia. Kalau kamu baru memulai kencan atau suatu hubungan sama seseorang, nggak apa-apa kok terlihat seperti rapuh kalau suasananya pas.

Tapi akan lebih baik kalau kamu membagi hal-hal yang berbau rahasia setelah kalian membangun hubungan sudah agak lama. Kapan itu? Ketika dia benar-benar sudah mendapatkan rasa percayamu.

Merasa Benar Sendiri

Namanya juga baru memulai hubungan, dua kepala pasti memiliki banyak cara pandang yang berbeda. Wajar kok dan kalau ada beda pendapat kamu nggak perlu merasa kamu benar sendiri dan menilai opini dia salah. Merasa benar sendiri itu nggak bakal nyelesaiin masalah. Yang ada malah bikin kalian berdebat panjang.

Penting untuk kamu dan pasanganmu untuk sama-sama terbuka untuk melihat sesuatu dari perspektif yang baru. Jadi di antara kamu dan pasanganmu nggak ada yang ngerasa terhakimi.


Terlalu Pamer di Media Sosial

Godaan untuk pamer pasangan baru di media sosial memang besar. Apalagi untuk kamu yang sudah jomblo menahun. Pas dapet pacar baru pasti pengen tiap detik ngepost betapa indahnya hubungan kalian berdua. Eits, kalau pacar kamu orangnya nggak begitu suka dengan media sosial, ini bisa bikin dia risih lho. Belum lagi followers kamu di Instagram pasti memutar bola mata karena males liat postingan bertubi-tubi kamu yang lagi dimabuk cinta.

Nggak dilarang kok ngepost foto pacar tapi ya sesekali saja. Dan ternyata, menurut penelitian, pasangan yang bahagia adalah mereka yang jarang mengumbar kemesraan di sosial media lho!

Langsung Ajak Ketemu Orangtua

Pada saat awal pacaran, usahakan untuk bertemu di luar rumah saja. Karena masih terlalu cepat jika kamu mengundangnya ke rumah langsung. Meskipun sebenarnya hal itu nggak masalah baginya tapi akan lebih menyenangkan kalau bertemu di luar dan berbicara tentang hal-hal yang ringan. Jangan terburu-buru jika ingin membina suatu hubungan.

Mungkin saja kamu yang ingin langsung hubungan itu berjalan serius. Namun dengan mengenalkan pada orangtua, pandangan pasanganmu nggak sama dengan apa yang sedang kamu pikirkan. Jalani saja hubunganmu sebagai upaya pengenalan sebab bila berjalan terlalu cepat membuatmu nggak mengerti jalan pikiran dia.

Kepo Mantan dan Masa Lalu

Pada saat menjalin hubungan baru dengan orang lain, kamu justru membicarakan mengenai mantanmu. Meskipun mungkin hanya membahas tentang sisi buruknya agar kekasih yang baru nggak cemburu tapi tetap saja kamu telah membicarakan masa lalu terlalu banyak.

Sedangkan kekasih baru kamu menginginkan hal baru yang lebih segar dan nggak lebih menyakitkan ketimbang masa lalu. Untuk itu akan lebih baik jika kamu membicarakan hal lain mengenai dirimu dan pasangan baru saja. Kamu juga bisa mencoba untuk membicarakan hal lain seperti berita terkini, hobi dan lainnya.

Ajak Hubungan Intim

Melakukan hubungan intim pada saat kencan pertama hanya akan membuatmu menyesalinya. Kamu ingin hubungan yang tahan lama dan kalau bisa malah bertahan untuk selamanya. Kamu ingin sahabat dan orang yang selalu ada di sampingmu untuk selamanya. Bukan hanya sekadar permainan.

Jika menginginkan hubungan yang bertahan lama bahkan untuk seumur hidup maka ketika awal hubungan jangan langsung meminta hubungan intim pada kekasih baru. Karena dia akan berpikir bahwa kamu mencintainya hanya sekadar untuk pemuas nafsunya belaka.

Jadi kalau kamu baru saja memulai hubungan dengan seseorang dan kamu atau pasanganmu melakukan kesalahan, jangan langsung menyerah. Lihatlah kesalahan itu sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan mendewasakan diri. Setelahnya kalian berdua akan mempunyai hubungan yang lebih kuat. Ingat komunikasi dan kejujuran biasanya selalu berhasil jadi kunci sebuah hubungan yang langgeng.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait