Bantah Soal Penyadapan, Tim Ahok Peringatkan SBY Agar Berhati-Hati
Nasional

Simak seperti apa tanggapan pihak kuasa hukum Ahok terkait isu penyadapan yang dibicarakan oleh SBY.

WowKeren - Pertanyaan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'aruf Amin berbuntut panjang. Seperti diketahui dalam persidangan beberapa waktu lalu, pengacara Gubernur Petahana itu sempat bertanya mengenai percakapan telepon antara Ma'aruf dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus penistaan agama.

SBY sendiri baru-baru ini telah membantah jika percakapannya dengan Ma'aruf terkait dengan kasus yang menjerat Ahok. Dalam pernyataannya ia bahkan menduga ada upaya penyadapan telepon. Menanggapi hal tersebut tim kuasa hukum Ahok langsung angkat bicara.

Tim pengacara Ahok, I Wayan Sidarta membantah jika pihaknya telah melakukan penyadapan. Ia menjelaskan jika pertanyaannya di persidangan hanyalah upaya untuk memancing kesaksian KH Ma'aruf.


"Telepon Pak SBY tanggal berapa? lalu itu bulan apa? Saat itu kita belum jadi penasehat hukum gimana mau menyadap?" ujar Wayan.

Lebih lanjut, Wayan juga menyarankan untuk SBY untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Sebagai mantan Presiden RI, SBY merupakan sosok yang banyak disorot, oleh karenanya ia tak boleh sembarangan berbicara terutama jika tak memiliki bukti kuat.

"Harusnya kami mengingatkan Pak SBY, beliau berhati-hati lah karena beliau orang yang kami hormati, kami itu hargai karena dua kali jabat presiden. Orang yang jadi favorit banyak orang. Harusnya dia menjaga kehormatan itu dengan cara tidak membuat suasana gaduh," imbuhnya. "Jangan bicara sesuatu yang belum terjadi. Yang belum terjadi adalah soal-soal penyadapan, Pak SBY mengatakan seolah-olah ada penyadapan, kan gitu."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait