KPU mengungkap pertimbangan untuk mengadakan kampanye di putaran kedua.
- Tim WowKeren
- Rabu, 22 Februari 2017 - 10:15 WIB
WowKeren - Pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tampaknya akan maju di Pilkada DKI putaran kedua. Keduanya mendapatkan perolehan suara yang bersaing ketat satu sama lain.
Sebelumnya pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI sempat mengatakan jika di putaran kedua, cagub-cawagub hanya perlu melakukan penajaman visi-misi tanpa kampanye. Namun peraturan tersebut ternyata telah diubah baru-baru ini.
"Merumuskan perubahan SK KPU no 41 tahun 2016 tentang tahapan program dan jadwal. Karena kalau dijadwal sebelumnya, kampanye hanya debat saja antara tanggal 5-19 April. Tapi kalau sekarang kami ubah kampanye dapat dilakukan berapa hari setelah penetapan putaran kedua," ujar kata Komisioner KPU DKI Dahliah Umar dilansir dari Detik.
Dahliah menerangkan KPU mempertimbangkan untuk kampanye putaran kedua karena mengacu pada putaran kedua Pilkada DKI 2012 silam. Pada saat itu pasangan calon hanya diberi kesempatan untuk penajaman visi-misi, namun mereka tetap melakukan kegiatan seperti blusukan.
"Ya, evaluasi di pilkada 2012, faktanya walaupun saat itu dilarang kampanye karena hanya kampanye penajaman visi-misi atau debat saja, faktanya sebagian besar paslon yang masuk ke putaran kedua melakukan kegiatan seperti kampanye," terangnya. "Jadi kita tidak boleh mengabaikan fakta itu, daripada kita melarang kemudian itu dilakukan, lebih baik itu dibolehkan saja, dengan batasan-batasan aturan sebagaimana yang berlaku di putaran pertama."
Hal tersebut tentunya menimbulkan polemik terutama untuk Petahana, Ahok dan Djarot. Gubernur dan Wakil Gubernur itu terpaksa harus cuti lagi. Padahal mereka baru saja diangkat kembali pada 11 Februari lalu.
Sementara itu, jika Pilkada DKI benar akan dilangsungkan, maka masa kampanye akan dimulai pada awal Maret. "Untuk kampanye mulai awal Maret, kalau seandainya ada putaran kedua, sampai 15 April atau 3 hari sebelum pencoblosan," jelas Dahliah.
(wk/)