Kemenlu melakukan penelusuran terkait kasus Sri Rabitah yang kehilangan ginjal di Qatar, ini hasilnya...
- Tim WowKeren
- Selasa, 28 Februari 2017 - 17:26 WIB
WowKeren - Belakangan publik tengah dihebohkan oleh Sri Rabitah. Wanita asal Nusa Tenggara Barat itu mengaku jika ginjalnya telah diambil saat dirinya menjadi TKI di Qatar.
Menanggapi hal tersebut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI segera melakukan penelusuran. Dari hasil yang ditemukan, Menlu Retno Marsudi mengatakan jika Sri tidak kehilangan ginjalnya.
"Dari hasil data yang kami peroleh dari BNP2TKI dan rumah sakit Nusa Tenggara Barat, menyatakan bahwa beliau tidak kehilangan ginjalnya jadi, ginjalnya masih ada," ujar Menlu Retno.
Ia menjelaskan jika pernyataan Sri telah kehilangan ginjal itu tidak benar. "Memang ada seperti selang jadi kita akan mendalami kembali tentang katakanlah operasi itu tetapi kata dokter yang memeriksa, kemungkinan selang tersebut dipasang untuk melancarkan urine. Jadi pernyataan dari ibu Sri tentang ginjalnya hilang itu sudah ditindaklanjuti dan dilakukan pemeriksaan dan berita itu tidak benar," imbuhnya.
Kemenlu sendiri mengaku telah melakukan penelusuran hingga ke Qatar. "Kami juga menghubungi kedutaan kita yang berada di Doha karena dari data KBRI yang di Doha, ibu Sri Rabitah tidak ada dalam data kita, dalam artian saat datang pada Juli 2014," terang Menlu Retno.
Lebih lanjut, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal meminta pihak kepolisian untuk memastikan kembali kondisi ginjal Sri. Ia juga mengatakan jika pihaknya akan meminta klarifikasi dari RS di Doha.
"Kemarin saya sudah bertemu dan melakukan pendalaman selama 1 jam dengan yang bersangkutan di Lombok Utara. Pengakuan Sri dibuat berdasar hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan oleh RSUD Mataram Sri juga memberikan pengakuan mengenai operasi yang dijalani tanpa ia ketahui alasannya dan tanpa persetujuannya di Qatar pada 2014," imbuhnya. "Sebelum mengambil langkah-langkah hukum, kami dan Polda meminta agar dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan kondisi ginjalnya. Kemlu telah meminta KBRI Doha untuk memintakan keterangan/klarifikasi awal dari RS di Doha dan dari pihak-pihak yang disebutkan oleh Sri."
(wk/)