Deddy Corbuzier Sebut Julia Perez Tak Seharusnya Meninggal Dunia, Kenapa?
Selebriti

Berikut penjelasan Deddy Corbuzier soal kabar kematian Julia Perez yang diakuinya tidak perlu terjadi.

WowKeren - Kabar meninggalnya Julia Perez alias Jupe rupanya juga membawa duka mendalam bagi Deddy Corbuzier. Ia bahkan sangat menyayangkan kabar tersebut. Mantan suami Kalina Oktarani itu bahkan menyebut kematian Jupe tidak seharusnya terjadi.

Lewat akun YouTube miliknya, Deddy mendedikasikan sebuah video untuk mendiang Jupe. Ayah satu anak itu membuat video yang cukup kontroversial, yakni "Julia Perez Tidak Seharusnya Meninggal! Mengapa?".

Dalam video tersebut, Deddy memperingatkan agar publik lebih waspada dengan penyakit kanker serviks seperti yang diderita Jupe. Ia pun menjelaskan sedikit tentang cara pencegahan kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini, salah satunya dengan melakukan papsmear dan suntik vaksin.

"Karena percaya atau tidak, kanker serviks bisa mengenai 80 persen wanita yang hidup di dunia," ujar Deddy. "Karena kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Tapi kabar baiknya, ada penanggulan yang baik."

"Untuk mengurangi hal tersebut, ada vaksin HPV. Kalau anda sudah melakukan hubungan seksualm lakukan papsmear," lanjut Deddy. "Pertanyaannya adalah, vaksinnya sudah ada, kita sudah disuntik vaksin sejak kecil, antipolio, anti TBC, dan kanker adalah penyakit momok dalam masyarakat yang membahayakan, kenapa kita tidak vaksin?"


Deddy bahkan menyebut sebuah fakta jika masyarakat Indonesia memang masih belum memamahi tentang vaksin tersebut. Parahnya, ada yang sudah tahu tapi tidak melakukan vaksin tersebut.

"Saya tidak mau, obatnya sudah ada, vaksinnya ada, tapi kenapa tidak?" tambah Deddy. "Kalau anda peduli, sebarkan video ini. Saya bukan dokter, atau gogling di internet tentang ini."

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi hingga deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait