Bicara Persatuan Bangsa, Panglima TNI: Jangan Ikuti Ulama yang Ingin Perpecahan
Nasional

Panglima TNI mengatakan jika kemerdekaan Indonesia berhasil diraih berkat perjuangan warga Indonesia.

WowKeren - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo baru-baru ini berbicara tentang persatuan bangsa. Ia mengingatkan para prajurit TNI dan masyarakat untuk tidak mengikuti pihak-pihak yang menginginkan perpecahan meski ulama sekalipun.

"Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama. Oleh karenanya, jangan diikuti," ujar Gatot.

Menurut Gatot jika ada ulama namun menginginkan perpecahan, maka orang tersebut bukanlah umat Islam asal Indonesia. "Jadi, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai, tetapi berbicara soal memecah belah bangsa, bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negeri," imbuhnya.


Dalam kesempatan itu, sang panglima TNI juga mengatakan jika kemerdekaan Indonesia diperjuangkan tidak hanya oleh TNI namun oleh rakyat yang mayoritas Islam. Oleh karenanya, ia berharap tidak ada pihak-pihak yang akan mengadu domba apalagi ingin merusak Pancasila.

"Sejarah kemerdekaan, bahwa yang memerdekakan Indonesia bukan TNI. Yang berjuang untuk kemerdekaan adalah rakyat Indonesia, yang mayoritas muslim. Kalau ada yang ingin pecah belah bangsa, apalagi ingin merusak Pancasila berarti ulama palsu. Dalam hadits disebutkan, seorang mukmin tidak boleh mencaci maki dan mengadu domba," pungkasnya.

Pernyataan Panglima TNI itu sendiri ia sampaikan saat berbuka puasa bersama dengan Muspida Kota Tarakan dan 1.000 anak yatim serta 4000 prajurit di Islamic Center Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/6). Ia juga akan menghadiri Launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, di Lantamal XIII pada Senin (19/6).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait