Suka Ngerasa Panas Ketika BAB, 6 Fakta Soal Reaksi Kimia yang Terjadi Bila Kamu Suka Makanan Pedas
SerbaSerbi

Berikut fakta mengenai kenapa kamu merasakan panas ketika buang air besar setelah makan makanan pedas.

WowKeren - Saat memakan makanan yang pedas, sebagian orang merasakan efek panas dalam perutnya. Walau tidak berbahaya, hal ini cukup mengganggu.

Perlu diketahui, cabai mengandung capsaicin, suatu zat yang tidak hanya memberikan rasa pedas pada makanan tetapi juga bisa memanaskan perut. Capsaicin berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap predator alami. Ini adalah senyawa yang menyebabkan rasa panas dan panas bila disentuh atau dimakan.

Meskipun cabai memiliki banyak manfaat kesehatan, sebagian orang merasakan rasa mulas yang membakar atau gangguan pencernaan. Berikut fakta mengenai kenapa kamu merasakan panas ketika buang air besar setelah makan makanan pedas:

Secara Biologis, Anus Miliki Kemiripan dengan Mulut

Ketika mengonsumsi cabai atau makanan pedas lainnya meski awalnya nikmat di mulut, kadang bisa terus terbawa hingga ke urusan toilet. Banyak orang terutama yang tidak terbiasa dengan makanan pedas, mungkin lebih rentan merasakan sensasi anus panas seperti terbakar saat buang air besar. Percaya atau tidak, hal ini terjadi karena secara biologis anus memiliki kemiripan dengan mulut.

Di dalam anus ada juga reseptor saraf TRPV1 yang sensitif terhadap senyawa kimia pemicu pedas dari cabai yang bernama capsaicin. Jadi capsaicin dari cabai yang dikonsumsi nyatanya tidak selalu dicerna sempurna di dalam tubuh.

Beberapa memang ada yang diserap oleh tubuh yang kemudian masuk ke hati lalu dipecah, tapi ada juga yang tersisa sampai keluar saat buang air besar. Nah, ini artinya ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah yang banyak maka capsaicin yang tersisa juga akan lebih banyak berinteraksi dengan reseptor TRPV1 seperti yang terjadi di mulut. Hal inilah yang menimbulkan sensasi anus panas setelah BAB.

Sistem Pencernaan Dapat Sinyal Rasa Panas

Reseptor TRPV1 ini sebenarnya juga terdapat pada sepanjang jalur sistem pencernaan. Itu sebabnya, tidak jarang banyak orang-orang ada yang merasa perutnya kram atau tidak nyaman bila mengonsumsi makanan pedas.

Ini terjadi karena reseptor TRPV1 menerjemahkan capsaicin sebagai rasa panas oleh karena itu tubuh akan bereaksi berusaha menurunkan suhu. Tanda yang biasa dimunculkan biasanya kulit mengeluarkan keringat, pembuluh darah melebar, dan usus memakai lebih banyak cairan untuk mencerna makanan.

Tidak jarang hal ini yang membuat BAB-mu setelah makan pedas jadi lebih cair atau biasa disebut dengan mencret. Pada orang yang memiliki masalah pada pencernaan seperti iritasi usus dan wasir akan lebih rentan merasa sensasi panas dan sakit setelah mengonsumsi makanan pedas.

Redakan dengan Selektif Makan

Menurut Brooks D. Cash, M.D., seorang profesor kedokteran di University of South Alabamam untuk meradakan sensasi anus panas setelah makan pedas adalah dengan cara membatasi konsumsi makanan pedas dan berlemak. Hal ini dikarenakan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak akan membuat cairan empedu yang dikeluarkan lebih banyak.

Pasalnya cairan empedu ini akan mengiritasi kulit di sekitar anusmu. Bila tetap ingin mengkonsumsi makanan pedas, konsumsilah suplemen serat yang mengandung psyllium sebelum atau segera setelah dimakan.


Jaga Kebersihan Bokong

Jika bokong sering terasa perih atau gatal setelah mengonsumsi makanan pedas maka pastikan jika kamu selalu membersihkan bokong sampai bersih dan kering. Bersihkanlah anus dengan air hangat dan sabun.

Setelah itu, oleskanlah salep yang mengandung calamine pada bagian anus karena calamine dapat membantu mengurangi rasa gatal atau rasa seperti terbakar yang kamu rasakan.

Namun bila merasakan perih yang tidak kunjung mereda di area anus maka segera periksakan diri ke seorang dokter. Hal ini dikarenakan rasa nyeri tersebut dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang lebih serius seperti infeksi, robekan, abses atau bahkan kanker.

Makan Cabai Selama 3 Minggu Berturut-Turut

Bagi yang nggak bisa hidup tanpa sambal, nggak peduli gangguan kesehatan apa yang ditimbulkannya, cobalah untuk mengonsumsi makanan pedas atau cabai selama 3 minggu berturut-turut.

Hal ini dikarenakan jika hanya sesekali mengonsumsi cabai atau makanan pedas maka hal ini akan memicu timbulnya reaksi hipersensitivitas pada dubur, yang menimbulkan rasa perih pada dubur dan diare.

Akan tetapi, bila terus mengonsumsi makanan pedas selama lebih dari 3 minggu maka hal ini akan memicu terjadinya desensitisasi sehingga dubur pun tak akan terasa perih lagi.

Minum Susu

Minumlah setengah cangkir susu untuk membantu menetralkan asam dari makanan pedas. Jangan meminum terlalu banyak karena bisa mengganggu perut.

Ingat setengah cangkir saja. Setelah itu, duduk dalam posisi tegak selama minimal 30 menit. Bila perut masih terasa sakit. Kamu bisa mencoba cara berbaring.

Cobalah untuk berbaring terlentang dengan posisi lurus. Taruh bantal di bawah kepala, agar posisi kepala Anda berada 15-20 cm di atas kaki. Berbaring dalam posisi ini setelah makan cabai dapat membantu meringankan sensasi terbakar di perut.

Itulah penjelasan mengapa kamu merasakan panas ketika buang air besar setelah menyantap makanan pedas. Untuk yang doyan, teruskan saja menyantap makanan ini. Namun buatmu yang menyerah sebaiknya hindari makanan pedas.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait