Inilah alasan mengapa iklan Justin Bieber di Spotify mengundang amukan netizen.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44 WIB
WowKeren - Setelah sukses menyanyikan lagu "Despacito", Justin Bieber lantas dijuluki sebagai Latin King atau Rajanya orang Latin dalam sebuah iklan di Spotify. Alih-alih menarik perhatian, Spofity malah mendapatkan kecaman.
Mengutip New York Dailynews, sebuah iklan sponsor Spotify muncul di Instagram pada pekan lalu. Iklan tersebut menyebutkan Bieber sebagai seorang "Latin King" setelah merilis single "Despacito" yang dibawakan bersama Luis Fonsi dan Daddy Yankee.
Banyak orang yang berpikir gelar tersebut tidak pantas untuk Justin Bieber. Pasalnya, Bieber merupakan penyanyi asal Kanada, bukan latin. Selain itu, pelantun "Sorry" ini juga tidak hafal lirik lagu latinnya sendiri.
dear @Spotify , take this down. this is disrespectful. I'm sure we all agree.
-sincerely,
ALL LATINXS. pic.twitter.com/GZ56lzHncn
— paletero papi (@pablocurates) 14 Juni 2017
"Spotify Justin Bieber bukan seorang Latin King," tulis seorang pengguna Twitter. "Ia bahkan tidak dapat menyanyikan dalam bahasa Spanyol. Turunkan iklan omong kosong itu."
Setelah mendapatkan banyak kecaman, Spotify akhirnya menarik iklan tersebut dari peredaran. Bersamaan dengan itu, layanan streaming musik tersebut mengeluarkan permohonan maaf kepada semua pihak yang tersinggung.
"Kami membuat sebuah keputusan kreatif untuk menampilkan Justin Bieber di iklan kami kami kami ingin merayakan "Despacito" sebagai momen budaya penting saat genre musik crossover," ujar juru bicara Spotify. "Kami menyadari bahwa ini bisa dianggap tidak sensitif secara kultural sehingga kami menarik iklan tersebut."
(wk/)