Johnny Depp Isyaratkan Ingin Bunuh Donald Trump
Selebriti

Beginilah tanggapan netizen setelah mendengarkan perkataan kontroversial Johnny Depp.

WowKeren - Johnny Depp nampaknya tidak senang dengan pemerintahan presiden Donald Trump. Aktor "Alice Through the Looking Glass" ini mengisyaratkan ingin membunuh Trump dalam penampilannya di Glastonbury Festival 2017, pada Kamis (22/6) lalu. Penonton yang hadir dalam acara itu pun menjadi heboh.

Mengutip Aceshowbiz, Depp diundang ke festival tersebut untuk mendiskusikan tentang film "The Libertine" yang dibintanginya pada 2004. Namun entah bagaimana, mantan suami Amber Heard ini lantas membicarakan Trump di tengah sesi. "Aku pikir (Trump) butuh pertolongan dan ada banyak tempat gelap yang mungkin ia kunjungi," katanya kepada penonton.

Kemudian, Depp menyinggung soal aktor John Wilkes Booth yang membunuh mantan presiden AS, Abraham Lincoln pada 1865. "Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang presiden?" tanyanya. Pertanyaan itu langsung disambut sorak sorai penonton.

Aktor berusia 54 tahun ini pun lanjut melontarkan sebuah guyonan. "Aku ingin mengklarifikasi. Aku bukan seorang aktor. Aku berbohong dalam mencari nafkah," katanya yang mengundang tawa penonton. "(Aktor membunuh presiden ) itu sudah lama, dan mungkin sekarang ini saatnya."

Guyonan Depp ini lantas menuai berbagai reaksi dari netizen. Ada yang merasa terhibur, namun tak sedikit pula yang menilai itu bukanlah kata-kata yang bijak.

"Johnny Depp ingin membunuh Trump. Ia sudah gila. Apa yang salah dengan semua selebritis itu," ujar pemilik akun @USA_Gunslinger. "Johnny Depp kembali pada dongeng kepahlawan! Ia memprovokasi untuk melukai presiden kita!," imbuh pengguna Twitter lainnya.

Sementara yang lainnya membuat lelucon sarkas untuk Depp. "Johnny Depp: 'Kapan terakhir kali seorang aktor membunuh seorang presiden?' Depp memang punya pengalaman 'membunuh' karier dan pernikahan! " cuit pemilik akun @StefanMolyneux.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait