Bukan Kelelahan, Ternyata Ini Penyebab Tewasnya Dokter Anestasi yang Viral di Medsos
Nasional

Terungkap penyakit dr Stefanus dokter anestesi yang dikabarkan tewas setelah berjaga saat libur lebaran.

WowKeren - Baru-baru ini kisah dr Stefanus Taofik tengah menjadi sorotan publik di media sosial. Dokter Anestesi itu dikabarkan meninggal dunia setelah berjaga selama empat hari berturut-turut di tiga rumah sakit demi menggantikan rekan-rekannya yang libur lebaran.

Berita tersebut tak pelak langsung menimbulkan sejumlah spekulasi. Banyak yang menduga jika Stefanus meninggal karena kelelahan. Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya mengatakan jika mereka akan mencari tahu tentang hal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, IDI akhirnya mengungkap jika Stefanus meninggal dunia bukan karena kelelahan melainkan Brugada Syndrome. Penyakit ketidaknormalan sistem listrik jantung sehingga menyebabkan irama jantung terganggu hingga membahayakan jiwa.


Hal tersebut diungkap sendiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih. "Ya betul, dugaannya memang mengarah ke sana," jelasnya baru-baru ini.

Ketua Program Studi SP2 dari Divisi Anestesia Ambulatori dan Bedah Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Arif H. M. Marsaban menambahkan jika penyakit tersebut memang berpotensi menyebabkan kematian yang mendadak. "Kelainan ini terbanyak pada laki-laki dan suddent cardiac death seringkali terjadi pada saat tidur," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga membantah isu yang menyebutkan jika Stefanus meninggal karena kelelahan setelah berjaga empat hari berturut-turut. Ia menjelaskan jika Stefanus bekerja 2x24 jam di Rumah Sakit Pondok Indah.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait