Seperti apa kronologi penipuan mobil bekas yang baru-baru ini dialami oleh Arafah Rianti? Berikut kisahnya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 Juli 2017 - 07:34 WIB
WowKeren - Niat hati ingin membeli mobil murah, komika Arafah Rianti malah jadi korban penipuan. Ia menjadi korban penggelapan pembelian mobil bekas senilai Rp 138 juta yang diduga dilakukan perempuan bernama Kima Melati. Setelah melunasi pembayaran mobil berjenis Honda Mobilio kepada Kima Melati, Arafah malah tidak pernah mendapat BPKB kendaraan yang dibelinya secara angsuran itu.
Tertipu karena membeli mobil bekas dengan harga murah pun menjadi pengalaman berharga bagi Arafah. Karena itu, ia meminta masyarakat berhati-hati saat memilih untuk membeli kendaraan bekas. "Jangan tergiur dengan harga murah, bikin pusing," kata Arafah saat ditemui WowKeren di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/7). "Sampai sekarang aku minta BPKB-nya enggak dikasih. Karena pajaknya mati kan, ibu aku mau perpanjang pajaknya. Tapi butuh BPKB kan, tapi enggak ada."
Kejadian tersebut membuat Arafah melaporkan Kima. Menurut kuasa hukum Arafah, Henry Indraguna, si penjual mobil dilaporkan dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Ia pun menjelaskan tentang kronologi penipuan tersebut.
"Arafah membeli Mobil Mobilio 2014. Setelah dibayar, BPKB ya sampai hari ini belum diserahkan. Kami sudah berusaha meminta BPKB tersebut. Sudah dibayar, rupanya itu ada di lising Buana," ujar Henry. "Sudah kami telepon lising-nya untuk klarifikasi, rupanya belum ditebus. Uang yang sudah dibayarkan 138 juta, belum dibayarkan ke lising tersebut. Ternyata uangnya dipakai buat usaha."
Arafah akhirnya memberi pilihan agar si penjual segera menyerahkan BPKB mobil tersebut. Atau pilihan kedua, pihak mereka harus mengembalikan uang Rp 138 juta yang telah dibayar lunas. Ia pun mengaku tidak akan ikhlas jika haknya tidak diberikan.
"Kalau bisa sih BPKB dikasih. Kalau enggak bisa juga ya sudah minta uangnya saja balikin lagi," sahut Arafah. "Jangan ikhlas dong, itu hasil kerja keras."
(wk/)