Begini rencana pembunuhan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sempat terdeteksi lewat Telegram.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Juli 2017 - 09:53 WIB
WowKeren - Kemenkominfo baru-baru membuat geger dengan mengungkap rencana menutup Telegram. Mereka beralasan jika platform tersebut banyak berisikan konten negatif.
Namun ternyata tidak hanya itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan jika pihaknya bahkan pernah mendeteksi rencana pembunuhan. Targetnya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Rencananya aksi itu akan dilakukan menjelang Hari Natal pada 23 Desember 2015. Aksi itu dilakukan bersamaan dengan pengeboman mobil.
"Data ini kami terima dari Densus (Detasemen Khusus). Jadi untuk detail bagaimana ancaman itu Densus yang tahu," ujar Semuel dilansir dari
Lebih lanjut, Kemenkominfo dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menemukan fakta Telegram banyak dimanfaatkan oleh jaringan teroris. Salah satunya pada aksi penyerangan senjata tajam dua polisi di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
"Sejak 2015, mereka sudah memanfaatkan Telegram sebagai alat komunikasi. Dari semua aksi yang terungkap, hanya ada dua yang tidak memakainya," imbuhnya.
Sementara itu, pihak Telegram sendiri sebelumnya telah memberikan respon terkait rencana pemblokiran tersebut. Mereka mengaku meminta maaf dan menawarkan tiga solusi untuk pemerintah Indonesia.
(wk/)