Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi meminta kasus bullying Thamrin City tidak dibesar-besarkan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Juli 2017 - 11:59 WIB
WowKeren - Aksi bullying siswi SMP pada siswi SD di Thamrin City berbuntut panjang. Tidak hanya dilaporkan ke polisi, pelaku kabarnya juga dikeluarkan dari sekolah hingga Kartu Jakarta Pintar (KJP) dicabut.
Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi justru meminta agar kasus ini tidak dibesar-besarkan. Menurutnya hal tersebut hanyalah konflik dalam pertemanan.
"Ini sebetulnya supaya tidak dilebih-lebihkan, karena berteman. Korban sering tidur, makan di tempat pelaku," ujar Muhadjir. Jangan diperbesar, hargai mereka sedang tumbuh. Jangan sampai bikin dia secara psikis terganggu. Media mohon kerja samanya, kasihan."
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Sopan Adrianto sendiri mengatakan jika pihaknya harus tetap menjalankan aturan gubernur yang menyebutkan agar pelaku dikeluarkan. Meski begitu, Disdik akan memberikan rekomendasi dan pendampingan agar mereka bisa diterima di sekolah lain.
"Pak Menteri minta tidak dibesarkan karena memang berteman, tapi ada instruksi gubernur, aturan Nomor 16 tahun 2015. Pelaku bullying harus dikembalikan ke orangtua. Artinya tidak boleh sekolah di 273 lagi, sekolah tempat asalnya. Tapi kita akan kawal bantu cari pengganti sekolahnya," jelasnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini publik sempat digegerkan video aksi bully seorang siswi SD yang dilakukan beberapa siswi SMP. Akibat kejadian itu pelaku langsung mendapat kecaman keras dari masyarakat.
(wk/)