Demi memenuhi kebutuhan hidupnya, Aming pun harus memutar otak. Lantas, apa tanggapan Evelyn soal tudingan matre dan hobi foya-foya yang sempat berembus?
- Tim WowKeren
- Senin, 24 Juli 2017 - 14:14 WIB
WowKeren - Setelah sempat ditunda, Aming akhirnya mendatangi pembacaan ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin (24/7). Dalam kesempatan tersebut, bintang "Extravaganza" ini bicara blak-blakkan soal kondisi keuangannya. Aming mengaku bangkrut.
Menurut Aming, kondisi keuangannya saat ini sedang sulit. Ia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi uang Aming harus terkuras lantaran harus membayar iddah dan mut'ah kepada mantan istrinya, Evelyn Nada Anjani.
"Saya lagi collapse nih saya buka. Nah kayak misalnya dia (Evelyn) bikin statement lagi, 'kan dia (Aming) punya dua apartemen, kalau yang satu dikasih ke saya, dia kan masih punya satu lagi'. Oh iya alhamdulillah saya punya dua.," ujar Aming saat ditemui usai pembacaan ikrar. "Saya kasih lagi ke dia satu, tapi kebetulan yang satu lagi saya kontrakin, sampai september 2018. Duitnya buat apa? Kan buat (nafkah) iddah dia. Ngerti sekarang kan?"
Selama proses bercerai pun Aming ternyata masih memberikan nafkah setiap bulan kepada Evelyn. Namun ia mengaku sempat absen lantaran harus membayar tagihan. Lama bungkam soal kondisi keuangannya, Aming pun kini mulai berani jujur.
"Sekarang saya juga ngomong, memang lagi pusing nyari tempat tinggal, karena duitnya belum ada. Ini bukan curhat, tapi ini blak-blakan saja," lanjut Aming. "Memang saya duitnya belum ada. Tapi karena saya cowok ya tenang saja, rezeki ada saja pokoknya."
Tudingan Evelyn matre dan foya-foya bahkan sempat mewarnai proses perceraian mereka. Namun Evelyn mengaku tidak melakukan hal tersebut.
"Enggak sih, jadi aku kerja, memang aku kerjanya kan misalnya ada kerja di Bali, sambil jalan-jalan pastinya semua ditanggung. Hidup itu kan pilihan, di mana bisa jalan-jalan dan kerja ya aku pilih yang seperti itu. Kalau kerja sambil jalan-jalan ya kenapa nggak," ujar Evelyn beberapa waktu lalu.
(wk/)