Bos First Travel Mendadak 'Amnesia', Calon Jemaah Diminta Tolak Opsi Pailit
Nasional

Kuasa hukum korban First Travel meminta agar para calon jemaah tidak menyetujui status pailit perusahaan, kenapa?

WowKeren - Nama Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, mulai menjadi sorotan usai kasus penipuan calon jemaah First Travel terbongkar. Sayang, hingga saat ini sikap tak kooperatif ditunjukkan oleh bos First Travel tersebut. Mereka mendadak "amnesia" dan sering kali mengaku lupa saat ditanya tim penyidik Bareskrim Polri.

Kendati demikian, tim penyidik tidak terpengaruh dengan sikap bos First Travel tersebut. Mereka pun akan bergerak cepat menghitung total aset yang dimiliki Andika cs.

Dari penyidikan sementara, aset bos First Travel yang terlacak berupa 8 perusahaan, 5 mobil, dan 13 rekening. Transaksi aliran dana dan uang total Rp 7 miliar dalam 51 rekening pun sempat ditemukan.

"Akan terus kami kejar kemana. Jadi kalau kami dapatkan baru dia akui, kalau enggak ditanya ya dia enggak kasih tahu. Itu persoalan kami, tapi enggak apa-apa, kami terus akan lakukan penelusuran," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat belum lama ini. "Sudah dimasukkan ke dalam barang bukti. Barang bukti yang disita dan itu kita konfirmasi bahwa itu dibeli dari dana-dana yang dia dapat dari jemaah."


Sementara itu, Pengadilan Niaga Jakarta akhirnya memutuskan status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atas First Travel pada 22 Agustus lalu. Riesqi Rahmadiansyah selaku kuasa hukum calon jemaah First Travel dari Advokat Pro Rakyat pun mengakui jika mereka akan mengalami kerugian besar jika status First Travel dinyatakan pailit.

Status pailit itu akan mengubah status jamaah menjadi keditur hingga aset First Travel disita dan dilelang untuk membayar utang. Padahal jumlah aset tersebut tidak sesuai dengan dana korban.

"Kemungkinan besar akan terjadi voting para calon jemaah apakah akan menyatakan pailit atau tidak," kata Riesqi dilansir Kumparan pada Rabu (13/9). "Jumlah aset tersita First Travel saat ini tidak seimbang dengan dana puluhan ribu jemaah."

Riesqi bahkan meragukan jika pihak First Travel akan memberangkat calon jemaah. Pasalnya, janji tersebut tidak dicantumkan dalam draft tawaran perdamaian First Travel.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!