Pelaku Teror New York Ditangkap, Donal Trump: Harus Dihukum Mati
Dunia

Kejadian tragis yang dilakukan oleh pelaku teror di NYC kemarin menerima kecaman dari sang presiden.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan hukuman mati untuk Sayfullo Habibullaevic Saipov, pelaku teror bermobil di New York, Rabu (1/11) kemarin. Seruan itu ditulis oleh Trump melalui akun Twitter pribadinya, sehari setelah kejadian tragis itu.

"Teroris NYC (kota New York) senang saat dia meminta agar bendera ISIS dipasang di kamarnya di rumah sakit," tulis Trump melalui Twitter, Kamis (2/11). "Dia membunuh 8 orang, melukai 12 orang secara parah. (Saipov) HARUS MENDAPAT HUKUMAN MATI!"

Sesaat setelah tabrakan terjadi, Saipov langsung diamankan oleh polisi setempat. Saipov mendapat tembakan dari polisi NYC sebelum akhirnya ditahan. Luka tembak itu kemudian membawa Saipov untuk dirawat sementara di rumah sakit.

Saipov mengakui setelah berhasil melancarkan aksi terornya di dekat gedung World Trade Center itu, ia merasa baik. Saat dirawat di rumah sakit, Saipov bahkan meminta agar bendera ISIS dipasang di kamarnya.

Selain hukuman mati, Trump mempertimbangkan agar pelaku teroris itu dikirim ke penjara teluk Guantanamo, penjara khusus militer AS. Tak hanya itu, Trump juga menyebut Saipov dengan sebutan binatang. Hal itu diungkapkan dari pernyataan Trump melalui Sekretaris pers White House.

"Kita harus menghadapi hukuman yang lebih cepat dan jauh lebih besar daripada hukuman yang didapat oleh binatang (pelaku teroris) ini sekarang. Ini adalah lelucon," kata Trump melalui pernyataannya. "Saya pasti akan mempertimbangkannya (untuk) kirim dia (pelaku teroris) ke Gitmo (penjara teluk Guantanamo)."

Serangan teror dilakukan Saipov dengan memacu mobil ke arah trotoar dan menabrak para pesepeda serta pejalan kaki. Serangan yang dilakukan pada Selasa (31/10) waktu setempat itu dilaporkan telah menewaskan 8 orang dan 12 orang luka parah.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait