Hingga kini keberadaan Setya Novanto masih menjadi misteri.
- Tim WowKeren
- Kamis, 16 November 2017 - 09:49 WIB
WowKeren - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/11) malam. Maksud kedatangan tim penyidik KPK ke rumah ketua DPR RI itu terkait dengan absennya Setya saat dipanggil mengenai kasus korupsi pengadaan e-KTP. Namun, KPK tak menemukan Setya di kediamannya. Hingga saat ini pun keberadaan Setya masih belum diketahui.
"KPK mendatangi rumah SN (Setya Novanto) karena sejumlah panggilan sudah dilakukan sebelumnya, namun yang bersangkutan tidak menghadiri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dilansir Detik, Kamis (16/11). "Secara persuasif, kami imbau SN (Setya Novanto) dapat menyerahkan diri."
Delapan kali mangkir dari 11 panggilan, akhirnya belasan penyidik KPK dengan kawalan anggota Brimob "menjemput" Setya ke kediamannya pada Rabu (15/11) pukul 21.38 WIB. Penyidik turut membawa surat resmi penangkapan Setya serta surat penggeledahan rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah, KPK tidak berhasil menemui Setya. Meski begitu, KPK tetap melakukan penggeledahan hingga lima jam. Adapun hasil penggeledahan berupa koper dan CCTV pos sekuriti rumah Setya.
Pengacara Setya, Fredrich Yunadi, menuturkan bahwa hari itu ia dijadwalkan akan bertemu Setya pukul 19.00 WIB. Namun, saat Fredrich tiba di kediaman ketua umum Golkar itu, Setya sudah tidak ada di rumah. Kuasa hukum Setya ini juga tak tahu kemana kliennya itu pergi.
"Beliau itu sejak saya tiba di sini (rumah Setya), sebelum tiba di sini saya masih telepon, beliau sudah nggak ngangkat telepon, ajudannya, bukan beliau, nggak diangkat. Mungkin 18.30 WIB (kemarin). Kurang lebih," ujar Fredrich. "Saya tanya kok Bapak pergi. Kok ajudannya nggak angkat telepon ya. Wah nggak tahu."
Setelah ditelusuri oleh Fredrich, ajudan Setya melaporkan bahwa Setya pergi dijemput tamu namun dirinya tak mengetahui siapa tamu itu. Kemudian, Fredrich meyakini Setya masih berada di Jakarta lantaran ia bukanlah pengecut.
"Ajudan bilang Bapak pergi dijemput tamu," ujar Fredrich. "Saya yakin 100 persen (Setya) di Jakarta. Beliau bukan pengecut, cuma beliau tidak ikhlas 'diperkosa'."
Selain Fredrich, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar Mahyudin juga sedang berada di rumah Setya hingga tengah malam. Mahyudin sendiri pun tak bertemu Setya, melainkan hanya melihat istri Setya dan asisten rumah tangga.
Sebelum diketahui menghilang, Setya terakhir terlihat mengikuti rapat paripurna pembukaan masa sidang di Gedung DPR, Senayan Jakarta. Sebagai ketua DPR, Setya hadir dan mengisi pidato pembukaan masa sidang. Selanjutnya Setya diketahui diam di kantornya.
Namun setelah beberapa lama, Setya tak pernah terlihat keluar dari Gedung DPR melalui pintu depan. Bahkan, sampai pagi ini Setya masih belum tampak di kediamannya. Hingga kini pun keberadaan Setya masih menjadi misteri.
Menyikapi hilangnya Setya tersebut, KPK akan terus mengupayakan pencarian terhadap Setya. Kendati demikian, KPK belum memutuskan untuk mengubah status Setya sebagai buronan atau masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Upaya pencarian masih terus kami lakukan," tutur Febri. "Saya kira kita belum bicara soal buron atau pelarian, karena yang dilakukan hari ini adalah proses mendatangi kediaman yang bersangkutan, dan di sana kami masih melakukan proses pencarian lebih lanjut."
(wk/)