Ratusan ribu warga setempat juga terpaksa merayakan natal di tempat pengungsian demi menghindari terjangan badai tropis Tembin.
- Tim WowKeren
- Selasa, 26 Desember 2017 - 13:48 WIB
WowKeren - Badai tropis Tembin yang menerjang wilayah Filipina bagian selatan dilaporkan telah menelan 240 korban jiwa. Jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat seiring dengan masih belum ditemukannya korban hilang yang mencapai 170 orang hingga Senin (25/12).
Selain itu, badai tropis itu turut memaksa lebih dari 700.000 warga untuk meninggalkan tempat tinggal masing-masing dan mengungsi ke kamp pengungsian. Akibatnya, warga pengungsi yang selamat itu terpaksa merayakan Natal di tempat penampungan darurat.
Terjangan badai tropis Tembin pada Jumat (22/12) lalu menyebabkan angin kencan dan hujan lebat yang turun secara terus menerus di pegunungan. Akibatnya, sebagian besar wilayah terjangan badai tropis Tembin di Pulau Mindanao, Filipina menjadi rawan bencana longsor. Tak ingin ambil resiko, pemerintah kemudian mengimbau penduduk setempat untuk segera mengungsi.
”Kami tidak ingin membawa penduduk keluar dari rumah mereka beberapa hari sebelum Natal," kata Marina Marsigan, pejabat badan penanggulangan bencana pemerintah setempat. "Namun, yang terbaik adalah meyakinkan mereka secara perlahan agar memahami pentingnya mengapa mereka harus mengungsi."
Desa Dalama yang terletak di wilayah pegunungan menjadi salah satu lokasi bencana yang paling parah. Desa tersebut hampir tidak tampak dalam peta lantaran diterjang banjir dahsyat yang menghanyutkan 103 rumah warga akibat badai tropis Tembin.
Cuaca buruk yang masih terjadi dan sulitnya akses mendatangi lokasi bencana membuat pencarian korban hilang terhambat. Hal tersebut membuat tentara dan pasukan relawan terpaksa menggunakan sekop hingga tangan kosong untuk menggali lumpur. Petugas setempat berusaha sekuat tenaga untuk mencari kemungkinan adanya korban selamat dari terjangan badai.
Sementara itu pemerintah Filipina telah menjanjikan akan terus mengirimkan bantuan kepada korban. Janji tersebut dikatakan langsung oleh juru bicara Presiden, Harry Roque, dalam siaran persnya pada Sabtu (23/12).
Usai menerjang Filipina, badai tropis Tembin akan bergerak menuju Vietnam. Sebelum badai tropis Tembin tiba, pemerintah Vietnam telah bersiap untuk memindahkan warga yang tinggal di pantai selatan ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, pemerintah Vietnam juga telah mengimbau puluhan ribu kapal agar tidak melaut terlebih dahulu untuk menghindari terjangan badai tropis Tembin.
(wk/)