Cuaca buruk dan asap yang tebal membuat evakuasi sulit dilakukan.
- Tim WowKeren
- Senin, 08 Januari 2018 - 09:14 WIB
WowKeren - Kapal tangki Sanchi yang membawa 136 ribu ton minyak Iran senilai USD 60 juta (sekitar Rp 800 miliar), dikabarkan mengalami tabrakan dan terbakar di dekat perairan Shanghai. Tabrakan yang terjadi antara kapal tangki Sanchi dan sebuah kapal kargo tersebut mengakibatkan kebakaran selama hampir 24 jam.
Kementrian Transportasi Tiongkok mengungkapkan bahwa awak kapal yang terdiri atas 30 warga Iran dan 2 warga Bangladesh dilaporkan hilang. Kebakaran hebat yang melanda tangki dan kapal kargo membuat evakuasi sulit dilakukan. Selain itu, cuaca yang buruk dan asap tebal juga menjadi alasannya.
"Setelah terjadi tabrakan, Kapal Sanchi mengambang dan terbakar. Banyak lapisan minyak di sana, kami sedang melakukan usaha penyelamatan," ungkap Kementrian Transportasi Tiongkok. "21 orang kru kapal kargo yang selamat sudah berhasil kami evakuasi."
Cuaca buruk pun sempat membuat evakuasi sulit dilakukan. Sedangkan ahli kelautan, Dr. Simon Boxall mengungkapkan bahwa ini merupakan tumpahan minyak yang besar. Total muatan minyak sejumlah 136.000 ton bisa saja berakhir di lautan. Hal tersebut membuat kejadian ini termasuk dalam 10 kejadian tumpahan minyak paling besar sepanjang masa.
"Ini adalah kejadian besar. Secara potensial, seluruh isi tangki, yakni 136 ribu ton minyak, bisa berakhir di lautan," ungkap Dr. Simon Boxall. "Hal ini termasuk dalam 10 kejadian tumpahan minyak terbesar sepanjang masa. Tindakan penyelamatan penting untuk segera dilakukan."
Tubrukan ini terjadi pada hari Sabtu (6/1) di wilayah sekitar 296 km dari pantai Shanghai. Kapal tangki minyak Iran tersebut akan berlayar ke Daesan, Korea Selatan dari Pulau Kharg di Iran. Sedangkan kapal kargo yang bertabrakan dengan tangki minyak tersebut membawa 64 ton gandum dari Amerika Serikat menuju Provinsi Guandong di Tiongkok Selatan.
(wk/)