Penemuan ini membuka wawasan baru bagi peneliti tentang peradaban Suku Maya pada zaman dahulu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 31 Januari 2018 - 13:40 WIB
WowKeren - Pernah denger Suku Maya gak sih? Suku ini adalah suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Timur. Orang-orang Maya kuno dikenal karena melakukan upacara pengorbanan manusia untuk ritual di gua-gua.
Nah, baru-baru ini para ilmuwan berhasil menemukan gua bawah laut terbesar dan berhubungan satu sama lain. Gua ini diduga berhubungan dengan peradaban Suku Maya, lho.
Para peneliti dan penyelam profesional baru saja menemukan gua bawah laut terbesar di dunia. Gua tersebut ditemukan usai mereka mencoba menghubungkan dua gua bawah laut yang ada di semenanjung Yucatan, Meksiko.
Dua gua yang berhubungan ini terdiri atas Gua Sac Actun dan Gua Dos Ojos. Usai diketahui bahwa keduanya tersambung namanya disatukan menjadi nama gua yang paling panjang, yakni Sac Actun. Total panjang keduanya mencapai 374 kilometer. Panjang banget ya?

Kenyataan bahwa kedua gua ini berhubungan ditemukan usai eksplorasi selama beberapa bulan oleh tim selam. Tim tersebut dipimpin oleh Robert Schmittner, seorang penyelam gua profesional yang memang telah mempelajari gua Yucatan selama bertahun-tahun. Sebelumnya, beberapa peneliti memang sudah menduga bahwa kedua gua tersebut berhubungan, namun baru kali ini bukti itu berhasil ditemukan.
Usaha ini adalah bagian dari proyek bernama Gran Acuifero Maya. Proyek tersebut berusaha melestarikan dan mempelajari sistem gua labirin di Yucatan.
Direktur Proyek, Guillermo de Anda, menyatakan bahwa ini semua membuka wawasan baru tentang peradaban Suku Maya sebelum terjadi kontak dengan penakluk Spanyol. Diketahui pada saat eksplorasi Sac Actun ini, para penyelam juga menemukan artefak seperti pot keramik serta tulang manusia dan sisa-sisa hewan yang sudah punah.
Orang-orang Maya kuno dikenal karena melakukan upacara pengorbanan manusia di sekitar gua-gua. Upacara ini dikenal dengan nama "Cenotes". Penemuan baru ini sekaligus menambah pengetahuan para sejarawan tentang peradaban suku yang mencapai puncak kejayaannya di abad keenam tersebut.
(wk/)