Ada Justin Bieber Hingga Harry Styles, Deretan Musisi Ini Dukung Kampanye Pengontrolan Senjata
Musik

Deretan musisi ini berencana mengumpulkan 500 ribu tanda tangan dalam petisi pengontrolan senjata sebelum tanggal 24 Maret mendatang.

WowKeren - Usai menyuarakan kecaman terhadap kekerasan dan pelecehan seksual lewat gerakan #MeToo serta #Time's Up, kini Hollywood kembali melakukan kampanye pengontrolan senjata. Kampanye bertajuk "March for Our Lives" ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dari penggunaan senjata.

Aksi ini menuntut pihak pemerintah untuk mengontrol kepemilikan senjata yang dimiliki oleh masyarakat. Tentu saja langkah ini dilakukan sebagai antisipasi pasca insiden penembakan yang terjadi di Parkland pada 14 Februari lalu. Seperti yang diketahui, peristiwa naas tersebut telah menewaskan sekitar 17 siswa dan guru di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida.

Pasca insiden itu, para selebriti pun mulai gencar melakukan donasi untuk mendukung "March for Our Lives", termasuk deretan musisi. Mereka menandatangani petisi yang akan diajukan kepada pemerintah untuk segera melakukan pengontrolan senjata.

Beberapa nama musisi seperti Hayley Williams, Justin Bieber, Mariah Carey, serta Harry Styles telah menandatangani petisi tersebut dan memberikan dukungan lewat akun media sosial. Mereka berencana mengumpulkan 500 ribu tanda tangan sebelum tanggal 24 Maret mendatang. Hingga kini, setidaknya sudah ada lebih dari 140 ribu orang yang menandatangani petisi itu.


Tak hanya itu, momen Oscar 2018 yang diselenggarakan pada Minggu (4/3) lalu juga menjadi ajang untuk mendukung kampanye ini. Gerakan ini ditandai dengan para aktris dan aktor yang menyematkan pin berwarna oranye bertajuk "Wear orange to Prevent Gun Violence" pada busana mereka.

Sebelumnya, beberapa siswa di Amerika sudah pernah melakukan protes dengan berbaring di depan Gedung Putih. Ada pula ratusan pengunjuk rasa yang menyerukan tindakan pengontrolan senjata pasca insiden di Parkland. Namun kala itu, Trump malah menyatakan akan mempersenjatai guru untuk mencegah adanya kasus penembakan oleh siswa lagi.

Insiden penembakan siswa ini bukanlah pertama kalinya di Amerika. Sebelumnya, tercatat ada enam kasus penembakan serupa sepanjang tahun 2018.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait