Gerakan itu dilakukan usai bertemu dengan beberapa aktifis yang concern mengenai isu tersebut.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Maret 2018 - 22:58 WIB
WowKeren - Fenomena banyaknya anak gadis menikah di bawah umur membuat Hannah Al Rasyid merasa miris sekaligus prihatin. Menurut wanita cantik ini, fenomena tersebut dikarenakan makin meningkatnya kemiskinan di Indonesia, sehingga anak yang belum waktunya menikah banyak mendapat kekerasan secara fisik.
"Kalau untuk perkawinan anak di Indonesia juga masih tinggi kalau nggak salah peringkat dunia Indonesia nomor 7, tapi belum dianggap sesuatu yang apa ya, karena mungkin terjadi di daerah pedesaan jadi ya itu juga Indonesia sendiri ada statistik yang mengatakan 1 dari 9 anak perempuan nikah di bawah umur 18 tahun tapi di berbagai provinsi ada yang lebih tinggi ada 1 dari 4 berarti 25 persen," kata Hannah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Maret. "Jadi isu ini masih sangat real, akan banyak sekali dampak negatif terhadap anak perempuan saat ini di balik tingkat kemiskinan justru makin parah, dikeluarkan dari sekolah, nggak dapat education, makin muda nikah makin peluang untuk mengalami kekerasan secara biologi dan fisik. Anak segitu belum siap untuk pernikahan, belum siap untuk kehamilan apalagi melahirkan."
Oleh karena itu, Hannah memutuskan untuk melakukan sebuah gerakan usai banyak bertemu para aktivis-aktivis dan beberapa orang penting yang peduli terhadap kenyataan itu. "Tapi tugas aku sekarang sebagai duta, saya dipertemukan aktivis banyak sekali perempuan yang bikin riset untuk hentikan perkawinan anak karena banyak dampak negatif untuk si anak. Dan makin sadar isu ini yah itu bertemu aktivis bergerak di isu ini," jelas Hannah.
"Karena bagaimana kita menghapus perkawinan anak bukan berari kita nggak mau anak kita kawin, tapi yah di umur semuda itu sebenarnya masih ada dampak negatif," pungkasnya. "Ya sudah kita harus menunda menikah semuda itu."
(wk/)