Kim mengaku bahwa ia hanya memposting ulang foto yang diunggah oleh seorang penggemar.
- Tim WowKeren
- Rabu, 28 Maret 2018 - 15:17 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Kim Kardashian jadi bahan guyonan lantaran mengunggah sebuah foto yang disebut-sebut gagal edit melalui akun Instagram miliknya. Hal ini dikarenakan foto tersebut menunjukkan sebuah mobil yang tampak sangat menyatu, hingga tak dapat dikenali.
Menanggapi hal ini, Kim pun tak tinggal diam. Istri Kanye West tersebut menegaskan bahwa ia hanya memposting ulang foto yang diunggah oleh seorang penggemar. Ibu tiga anak itu juga mengaku bahwa ia hanya menambahkan filter pada foto tersebut.
"Aku melihat di media sosial dan berita bahwa aku mengalami 'Photoshop gagal', Sangat konyol!" tulis Kim melalui laman websitenya . "Aku memposting ulang gambar di Instagram yang telah diunggah oleh penggemar. Aku hanya menambahkan filter."
Kim juga mengatakan bahwa foto tersebut sepertinya diambil menggunakan efek mirror (cermin), sehingga mobilnya terlihat seperti itu. "Sepertinya fansku menggunakan efek mirror, ini menjadi alasan mengapa mobilnya terlihat seperti itu. Jadi, ini sebenarnya sangat lucu untukku! Siapa yang mau Photoshop mobil untuk terlihat seperti itu ?! LOL" lanjut Kim.
Selain masalah gagal edit, Kim memang tampil memukau dalam foto tersebut. Bintang "Keeping Up with the Kardashians" itu terlihat berjalan melalui tempat parkir dengan mengenakan celana pendek hitam dari Yeezy dan atasan crop top berwarna abu-abu. Melengkapi penampilannya, Kim menggunakan jaket oranye besar.
Foto tersebut diambil pada Sabtu (24/3) lalu, saat Kim menghadiri kampanye "March for Our Lives" di Washington DC. Dalam aksi tersebut, ia juga ditemani oleh Kanye dan putrinya sulungnya, North West. Wanita berusia 37 tahun itu juga sempat mengambil foto suami serta putrinya dan membagikannya di media sosial.
Selain Kim dan keluarganya, banyak selebriti lain yang juga bergabung dalam aksi ini. Di antaranya adalah Cher, Jennifer Hudson, Miley Cyrus, Demi Lovato, Ariana Grande dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, aksi "March for Our Lives" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dari penggunaan senjata. Kampanye ini juga menuntut pihak pemerintah untuk mengontrol kepemilikan senjata yang dimiliki oleh masyarakat.
"March for Our Lives" sendiri dilakukan sebagai antisipasi pasca insiden penembakan yang terjadi di Parkland pada 14 Februari lalu. Seperti yang diketahui, peristiwa naas tersebut telah menewaskan sekitar 17 siswa dan guru di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida.
(wk/)