Usai mendapat hujatan dari fans, Lorde mengaku bahwa ia tidak bermaksud menjadikan kematian Whitney sebagai ejekan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 06 April 2018 - 17:17 WIB
WowKeren - Lorde meminta maaf kepada seluruh penggemar Whitney Houston usai mengunggah sebuah foto bak mandi bersama kutipan sang diva. Lorde dituding tidak menghormati kematian Whitney, yang ditemukan tewas di bak mandi hotel pada tahun 2012 silam.
Musisi asal Selandia Baru itu mengunggah foto kontroversial tersebut pada Kamis (5/4). Dalam keterangan foto, Lorde menuliskan "And I Will Always Love You," yang merupakan bagian dari lirik lagu Whitney pada tahun 1992, "I Will Always Love You".
Sontak saja unggahan tersebut memancing kemarahan dari para penggemar Whitney. Tak butuh waktu lama, akun Instagramnya pun dibajiri bermacam komentar bernada sinis serta berbagai hujatan. Banyak yang menuntut penyanyi berusia 21 tahun tersebut untuk segera menghapus unggahannya itu.
"Kau merusak kariermu," tulis seorang penggemar Whitney. "HAPUS INI SEKARANG," komentar yang lain. "Ini sungguh menjijikkan," pungkas lainnya.
Namun, sejumlah penggemar yang lain tetap berpikiran positif dan percaya bahwa Lorde tidak bermaksud membagikan foto itu untuk menjadikan kematian Whitney sebagai ejekan. Bahkan ada pula yang mengira bahwa unggahan tersebut adalah ulah iseng orang lain, bukan Lorde sendiri.
"Tidak mungkin dia (Lorde) melakukan ini," bela seorang penggemar. "Aku harap ini hanya hasil dari peretasan," imbuh lainnya.
Menyadari kesalahannya, Lorde pun dengan cepat menghapus foto tersebut dan meminta maaf atas tindakannya. Ia pun menyampaikan permintaan maaf melalui fitur Instagram Story miliknya.
"Kutipan yang sangat sangat parah. Aku minta maaf karena telah menyinggung siapa pun, aku bahkan tidak bermaksud seperti ini, aku hanya bersemangat untuk mandi," tulis Lorde. " Aku idiot. Aku mencintai Whitney selama-lamanya. Maaf (sekali) lagi."
Di sisi lain, Whitney meninggal pada 11 Februari 2012 dalam usia 48 tahun. Ia ditemukan tenggelam di bak mandi hotel Beverly Hilton, Los Angeles akibat penyakit jantung dan penyalahgunaan kokain.
(wk/)