Raditya Dika menceritakan pengalaman menariknya saat harus belajar menari Tor Tor untuk kali pertama menjelang pernikahannya.
- Raysa Septi Anggraini
- Rabu, 02 Mei 2018 - 18:40 WIB
WowKeren - Dalam waktu dekat Raditya Dika tak akan bergelar sebagai "jomblowan" lagi. Pada 5 Mei mendatang, Radit akhirnya akan mempersunting kekasihnya, Anissa Aziza. Acara pengajian menjelang pernikahan bahkan sudah digelar di kediaman Radit belum lama ini.
Kini Radit bersama keluarganya tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan tersebut. Apalagi acara pernikahannya itu hanya tinggal menunggu hitungan hari saja. Yang menarik, ada satu persiapan spesial yang dilakukan Radit menjelang pernikahannya dengan Anissa.
Radit rupanya juga diwajibkan berlatih Tari Tor Tor. Seperti yang telah diketahui, aktor berusia 33 tahun itu memang memiliki darah Batak. Sehingga ia harus menampilkan Tari Tor Tor di pernikahannya nanti.
Radit mengaku saat ia tengah rajin berlatih Tari Tor Tor di rumahnya. Tentunya ini menjadi pengalaman yang menarik bagi Radit karena ia mengaku belum pernah menari Tor Tor sebelumnya.
"Ya adat Batak. Kemarin gue latihan nari Tor Tor di rumah," ujar Raditya Dika saat ditemui WowKeren di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/5). "Dan sebelumnya ya gua nggak pernah nari Tor Tor sebelumnya, jadi gua diajarin."
Lantas, apa yang terjadi saat Radit belajar menari Tor Tor untuk pertama kalinya? Aktor yang juga berprofesi sebagai produser dan komika ini mengaku sempat merasa kesulitan. Apalagi ada teknik-teknik khusus yang harus ia pelajari.
"Ternyata cukup sulit (Tari Tor Tor)," ungkap Radit. "Kalau kita lihat kan tari Tor Tor gitu doang ya."
"Ternyata ada tekniknya," tambah Radit. "Dan itu kan ada mempelai perempuan ya. Jadi gua harus nyamain ritme gerakannya."
Namun meskipun sulit, dengan belajar Tari Tor Tor Radit mengaku juga belajar tentang makna kehidupan. Ia mengaku baru mengetahui kalau ternyata Tari Tor Tor memiliki filosofi yang indah.
Radit mengaku senang bisa mempelajarinya sebelum ia menikah. Menurutnya, pengetahuan ini semakin menambah wawasannya tentang adat-istiadat dan kehidupan.
"Dan ada filosofinya juga. Ngejagain, apa segala macam," tutur Radit. "Itu membuat gua jadi memperkaya gua."
(wk/rays)