Ketua Komnas Anas Arist Merdeka Sirait memberikan beberapa saran kepada Nikita mengenai perbaikan bentuk pola asuhnya kepada anak.
- Dian
- Kamis, 31 Mei 2018 - 22:36 WIB
WowKeren - Seperti yang diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani telah dipertemukan dengan putrinya, Laura Meizani Mawardi atau Loly yang sempat pergi dari rumah dan menuju kantor Komnas Anak Indonesia. Dalam gelaran jumpa pers, Nikita didampingi oleh Dipo yang memakai baju berwarna putih bersama Ketua Umum Komnas Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait dan psikolog Lizzi. Nikita meluruskan asal muasal kejadian yang membuat Loly kabur dan tak pulang.
Dari penjelasan Nikita, Loly ternyata tidak pulang karena takut dengan sang ibunda. Pasalnya, dia merayakan ulang tahunnya tanpa pemberitahuan. Loly lantas pergi ke rumah Dipo di kawasan Pondok Indah karena merasa lebih nyaman disana. Dipo sendiri menjelaskan jika karena dirinya memiliki anak remaja, maka Loly merasa nyaman dirumahnya."Dia takut, dia nggak mau pulang karena dia ngerasa lebih seru lah ketemu abangnya di situ," jelas Dipo di kantor Komnas Anak Indonesia, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis, 31 Mei.
Masalah komunikasi yang menyulitkan Nikita dan Loly ini kemudian mendapat perhatian dari Arist. Arist pun meminta Nikita bisa memperbaiki pola didik ke anaknya, karena anak termasuk salah satu korban dari kemajuan teknologi yang tak berbatas saat ini. "Tadi ada pengakuan ya pengakuan bersama untuk memperbaiki pola asuh yang tentu ini juga menjadi pelajaran kepada keluarga-keluarga di Indonesia, karena saat ini telah terjadi tsunami teknologi yang mengakibatkan perilaku-perilaku sperti anak yang berinisial L ini memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada dalam lingkungan keluarga. Tetapi dia tidak berdiri sendiri, karena ada kontribusi juga pola pengasuhan yang salah ya," jelas Arist.
Arist pun menganggap wajar apa yang dilakukan Loly mengingat dia masih remaja bau kencur yang masih membutuhkan bimbingan dan arahan positif dari orangtuanya. "Berdampak ke perilaku anak yang di masa remajanya ingin mencari perhatian, supaya dia ya itu tadi seperti bagaimana sebenernya seorang anak usia 11 tahun lagi ulangtahun gitu ya. Energi remajanya itu muncul akhirnya marah yang memuncak. Misal Nikita yang sering marah, lalu dua hari tidak pulang, lantas dia terasa ketakutan," kata Arist.
"Itu normal saja dalam perubahan-perubahan perilaku anak remaja. Itu yang terjadi sebenernya hari ini. Nah kalau itu tidak cepat untungnya datang cepat di komnas anak lalu kemudian ibu Lizzi sebagai prikolog juga mencoba untuk menetralisir itu, nah kalo itu tidak dilakukan maka akan berdampak jadi lebih negiatif lagi. Kehadiran Nikita dengan pak Dipo ini adalah kerangka konsultasi bagaimana mengembalikan fungsi keluarga dalam inisial L anaknya ini bisa juga menyatu dalam keluarga, dalam pendidikan dan proses belajar mengajar, pola asuh yang baik berdasarkan norma-norma yang ada dalam keluarga," pungkasnya.
(wk/dian)