Max Martin Jual Katalog Musik, Taylor Swift Terancam Kehilangan Kendali
Instagram/Taylor Swift/Instagram
Selebriti

Max Martin menjual katalog musiknya, berpotensi mempengaruhi hak Taylor Swift pada lagu-lagunya.

WowKeren - Produser ternama Max Martin, bersama rekannya Shellback, baru-baru ini mengumumkan keputusan untuk menjual katalog musik mereka. Langkah ini berpotensi memengaruhi kendali yang dimiliki Taylor Swift terhadap lagu-lagu yang pernah mereka kolaborasikan, seperti 'Blank Space' dan 'Shake It Off'.

Pada tanggal 24 Juni 2026, Max Martin dan kolektif penulis lagu Wolf Cousins, yang juga menaungi Shellback, mengumumkan kemitraan strategis dengan HarbourView Equity Partners untuk menjual katalog musik mereka. Menurut pengacara hiburan Bradfield Biggers, meski HarbourView tidak akan mengendalikan master rekaman Taylor Swift secara umum, ada kemungkinan mereka akan memiliki hak persetujuan atau pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana Swift dapat menggunakan rekaman tersebut di konteks tertentu.

“Untuk lagu-lagu tertentu dalam katalog, mereka dapat memiliki hak persetujuan atau pengaruh yang signifikan yang memengaruhi bagaimana Swift dapat menggunakan rekaman tersebut dalam konteks tertentu,” kata Biggers. Hal ini menjadi penting, terutama ketika penggunaan tertentu memerlukan izin baik untuk rekaman master maupun komposisi dasar, seperti penempatan dalam film, acara TV, kampanye iklan, atau penggunaan media sosial.


Beberapa lagu Taylor Swift yang diperkirakan termasuk dalam kesepakatan antara Wolf Cousins dan HarbourView adalah 'Style' dari album '1989' (2014) dan '...Ready for It?' dari album 'reputation' (2017). Namun, tidak semua lagu Swift yang berhubungan dengan Wolf Cousins akan menjadi bagian dari akuisisi ini.

“Saya tidak akan menyebut HarbourView sebagai mitra kubu Swift,” ungkap Biggers. “Tetapi dengan mengakuisisi hak atas lagu-lagu yang terkait erat dengan katalog dan warisan budaya Swift, HarbourView kini terhubung secara ekonomi dengan bagian penting dari ekosistemnya,” tambahnya.

Perkembangan ini datang di saat Taylor Swift terus membangun reputasinya sebagai salah satu artis pop terkemuka dan berpengaruh. Menurut Biggers, “Seiring Swift terus mengembangkan mereknya dan memperkuat posisinya sebagai artis pop legendaris, HarbourView akan mendapat manfaat dari nilai abadi lagu-lagu tersebut dan evolusi Swift dari bintang generasi menjadi tokoh abadi dalam sejarah musik pop.”

Sumber yang dihubungi Variety menyebutkan bahwa harga akuisisi katalog ini berada di kisaran angka sembilan digit rendah, namun HarbourView tidak mengonfirmasi rincian kesepakatan tersebut. Max Martin, yang memiliki nama asli Karl Martin Sandberg, bersama Shellback, yang bernama asli Karl Johan Schuster, mendirikan kolektif Wolf Cousins pada tahun 2010-an dan telah menaungi banyak penulis lagu populer lainnya seperti Ilya Salmanzadeh, Oscar Holter, dan Tove Lo.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait