Menkumham Ajak Jemaat Saling Mengasihi, Korban Bom Surabaya Meninggal Bertambah Lagi
Twitter/kemenkumham_RI
Nasional

Trisno Wiyogo, korban bom Surabaya meninggal usai dirawat selama 18 hari di RS RKZ, Surabaya.

WowKeren - Pada Minggu (3/6), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkunham) Yasonna H Laoly berkunjung ke Surabaya. Kunjungannya itu dalam bentuk memberikan motivasi pada jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, Surabaya.

GKI merupakan salah satu lokasi kejadian aksi bom bunuh diri yang berlangsung pada tanggal 13 Mei lalu. Pelaku aksi bom bunuh diri itu yakni Puji Kuswati dan kedua anak perempuannya Fadhila Sari dan Famela Rizqita.

Dalam kunjungannya itu, Yasonna mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa korban ledakan serta pelaku yang melibatkan anak-anak. Selain itu, Yasonna juga ikut berbela sungkawa atas korban yang meninggal akibat aksi bom bunuh diri tersebut.

"Kita tentu prihatin, dan kepada warga gereja yang menjadi korban," kata Yasonna, dilansir Liputan6.com pada Senin (4/6). "Kita betul betul ikut berbela sungkawa."

Yasonna juga menjelaskan mengenai rasa kasih dalam ajaran Kristiani. Begitu pula ajaran umat agama mana pun untuk selalu berbagi kasih dan mengampuni.

"Bagaimana pun cinta kasih di dalam ajaran Kristiani, kita diajarkan untuk terus," lanjut Yasonna. "Bahkan muslim, agama manapun, untuk membagi cinta kasih kepada sesama manusia."

Lebih lanjut, dalam kunjungan itu, Yasonna menghimbau jemaat untuk tetap semangat. Serta menjaga toleransi antar beragama.

Hal itu lantaran aksi terorisme yang selalu dikaitkan dengan orang muslim. Maka Yasonna mengajak jemaat untuk tetap sabar dan tidak terbawa emosi.

"Saya datang untuk berbagi atau menguatkan warga jemaat. Bahwa kita juga konsen dengan apa yang mereka hadapi," ucap Yasonna. "Kita mengajak jangan marah, jangan benci, justru kita tunjukkan kita mampu mengampuni dan mengasihi."

Tidak ketinggalan, Yasonna juga mengingatkan akan ke-Bhineka-an. Menurutnya, perbedaan bangsa Indonesia ini mampu menjadi kekuatan besar.

"Mencoba menguatkan diri kita untuk saling mengasihi," sambung Yasonna. "Bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang ber-Bhineka. Biar kita jadikan perbedaan menjadi kekuatan, bukan perpecahan."

Dalam kunjungannya itu, salah satu jemaat yang merupakan korban tragedi bom turut hadir. Mengetahui hal itu, Yasonna memberikan apresiasi ketika anak tersebut mengaku mengampuni pelaku bom.

Sementara itu, jumlah korban bom Surabaya yang meninggal kini kembali bertambah. Ia adalah Trisno Wiyogo, korban yang sempat dirawat selama 18 hari di RS RKZ.

"Pasien meninggal pada pukul 13.45 WIB," jelas Kabid Hospital Relation RS RKZ, dilansir Detik.com pada Senin (4/6). "Jenazahnya dibawa pihak keluarga ke rumah persemayaman Adi Jasa."

Agus meninggal karena 90 persen ditubuhnya mengalami luka bakar. Selama dirawat, Agus juga mengenakan ventilator atau mesin nafas.

Loading...

You can share this post!

Related Posts