'Ramadan di Rumah Uya' Disarankan MUI Berhenti Tayang, Ini Pembelaan Uya Kuya
Instagram/king_uyakuya
TV

Uya Kuya menjelaskan tentang pertengkaran yang ditampilkan di acara 'Ramadan di Rumah Uya'.

WowKeren - Baru-baru ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) merilis daftar acara televisi yang dinilai tak sesuai dengan semangat Ramadan. Acara tersebut antara lain "Pesbukers Ramadan", "Ramadan di Rumah Uya", "Brownis Sahur", "Ngabuburit Happy" dan "Sahurnya Pesbukers".

Salah satunya, acara "Ramadan di Rumah Uya" mendapat kritikan MUI karena menampilkan pertengkaran yang membuat para pengisi acara saling mencaci dan membongkar aib. Hal ini menurut Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, Rida Hesti Ratnasari, tak pantas ditayangkan selama Ramadan.

"Selalu terjadi pertengkaran antar pengisi acara, saling mencaci, menuduh, menghina, dan membongkar aib. Diakhiri sedikit nasihat dari narasumber, Ibu Qurrota A’yun, yang dipanggil Ummi. Cara Ummi menyikapi masalah, kadang larut dalam gaya menuduh, menghakimi, dan memperkeruh suasana," ujar Rida belum lama ini di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (5/6). "Sikap dan nilai yang dikedepankan program ini dirasakan jauh dari spirit Ramadan. Seharusnya program ini dihentikan tayang pada Ramadan."

Terkait hal ini, Uya Kuya selaku host acara "Ramadan di Rumah Uya" ikut angkat bicara. Uya mengaku siap menerima saran apapun terkait acara "Ramadan di Rumah Uya".


"Saya baru dengar tadi enggak tahu saya cuman menurut saya," ungkap Uya Kuya di Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/6). "Kita setiap hari selalu mengevaluasi program kita dan mendengar masukan dari mana-mana."

Uya juga menjamin bahwa acaranya tak menampilkan kekerasan fisik. Host berusia 43 tahun ini membenarkan "Ramadan di Rumah Uya" menampilkan pertengkaran namun tak akan menayangkan adegan saling memukul.

"Saya jamin dirumah Uya tidak pernah ada kekerasan fisik. Kita lihat di reality show lain banyak orang dorong-dorongan, jatuh, pukul-pukulan," tambahnya. "Di 'Rumah Uya', alhamdulillah tiga tahun lebih enggak ada pernah ada yang kekerasan fisik."

Selain itu Uya juga menjelaskan bahwa di bulan Ramadan ini, tim produksi tak sembarangan menayangkan kasus yang dibahas. Menurutnya, tim "Ramadan di Rumah Uya" selalu memilih kasus yang disesuaikan dengan nuansa Ramadan.

"Saya jamin kalau perdebatan itu wajar karena di 'Rumah Uya' itu klarifikasi dan tabayyun akhirnya dari persepektif orang tidak mengalami. Tapi orang (yang datang) itu selalu lega," tutur Uya. "Kalau masukan kita terima, kita dengar. Oke kasusnya kita pilihin buat bulan Ramadhan ini kasusnya pilihin dulu."

(wk/rays)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!