Nikita Mirzani mengaku tak takut menghadapi panggilan polisi terkait kasus dugaan KDRT atas Dipo Latief.
- Nur Khotimah
- Rabu, 08 Agustus 2018 - 13:34 WIB
WowKeren - Masalah rumah tangga Nikita Mirzani dan Dipo Latief masih terus berlanjut. Nikita diketahui menggugat Dipo beberapa waktu lalu dan proses perceraian keduanya masih berlanjut sekarang. Santer berhembus kabar bahwa perceraian keduanya lantaran adanya isu KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan orang ketiga.
Baru-baru ini, Nikita mengungkap identitas gadis yang diduga sebagai Pelakor (Perebut Laki Orang) dalam rumah tangganyna. Gadis berusia 17 tahun itu disebut-sebut pernah "dipakai" oleh Dipo di salah satu hotel milik keluarganya yang terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ia juga mengunggah bukti chat-nya dengan sang gadis.
"Bukti saya bukan cuma sekedar chat. Ada voice record juga. Dr sang germo dan anak kecil tsb," tulis Nikita. "Dan itu baru 1 cabe yah. Masih bnyk lgi. Ada video jg Dipo lagi jemput cabe2an di parkiran kfc dkt rumahnya."
Setelah membeberkan bukti Dipo main wanita lain, Nikita mengaku juga siap membongkar aib lain sang suami saat diperiksa polisi nanti. Ya, ibu dua anak itu kabarnya segera dipanggil pihak kepolisian atas kasus dugaan KDRT yang dilaporkan oleh Dipo. AKBP Stefanus Tamuntuan selaku Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan menyebutkan bahwa Nikita akan dipanggil minggu ini.
Nikita rupanya tak takut atas panggilan polisi tersebut. "Kalau dipanggil tinggal ngomong yang sebetul-betulnya, justru ini waktunya membuka semuanya. Niki enggak pernah ngancam-ngancam orang. Gue justru menunggu hal ini, kalau ngomong gue berbalik ke gue, ya sudah," tutur Nikita ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).
Disinggung lebih lanjut, Nikita mengaku tak akan balik melaporkan Dipo atas tudingan KDRT ini. "Aku laporin dia sama Allah SWT saja. Capek berurusan sama polisi, lagian ini kan urusan rumah tangga, enggak usah bawa-bawa yang lain-lain, be gentleman. Saat ini enggak mau lapor balik dulu, tapi enggak tahu kalau nanti-nanti ya," pungkasnya.
(wk/nur2)