Habiburokhman,Juru Bicara sekaligus Anggota Advokasi dan Hukum Dewan Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga mengatakan bahwa KPU telah menyelahi aturan yang mereka buat sendiri.
- Nur Islamiyah
- Senin, 24 September 2018 - 14:32 WIB
WowKeren - Tim kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno rupanya tak mau tinggal diam terkait aksi Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang memilih walk out dari lokasi Kampanye Damai di Monas pada Minggu (23/9) kemarin. Seperti diketahui SBY meninggalkan lokasi acara ditengah-tengah karnaval partai karena melihat banyaknya pelanggaran atas ketentuan dari KPU yakni membawa atribut kampanye capres-cawapres atau parpol kecuali yang disediakan oleh penyelenggara.
Menurut Habiburokhman, Juru Bicara sekaligus Anggota Advokasi dan Hukum Dewan Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga, mereka akan melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka menganggap KPU mengabaikan sikap provokatif relawan Pro Jokowi (Projo) kepada rombongan SBY saat kirab deklarasi kampanye damai.
Selain itu, Habiburokhman mengatakan bahwa KPU telah menyelahi aturan yang mereka buat sendiri dengan memperbolehkan Projo masuk dalam barisan karnaval kubu Jowoki-Ma'ruf Amin serta membawa atribut Kampenye.
"Hari ini kami akan laporkan KPU ke DKPP," ujar Habiburokhman, dilansir dari Tirto pada Senin (24/9) ini. "Mereka jumlahnya melebihi kuota yang telah ditentukan."
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional Jowowi-Ma'ruf diwakilkan oleh Direktur Tim Kampanye TKN, Aria Bima telah meminta maaf atas apa yang terjadi. Mereka telah berusaha melaksanakan dan mematuhi aturan KPU. Bahkan mereka telah menyeleksi relawan hingga memeriksa atribut sebelum masuk ke dalam area acara.
KPU sendiri juga telah mengklarifikasi soal pelanggaran tersebut. Menurut mereka, area yang ramai atribut bukan merupakan bagian yang telah ditentukan KPU. Mereka tidak dapat melarang masaa pendukung yang berada di luar jalur karnaval.
(wk/nris)