Dilaporkan Hilang, Alat Deteksi Tsunami di Sulteng Juga Tak Berfungsi Sejak 2012
Nasional

Hilangnya alat pendeteksi dini tsunami di Aceh dan Palu hingga kurangnya biaya operasional menjadi kendala.

WowKeren - Gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu menyisakan duka yang mendalam. Kabar terakhir melaporkan korban tewas sejumlah 832 orang. Sejumlah bantuan sedang berusaha diterjunkan ke lokasi kejadian.

Meski peringatan dini tsunami sudah dikeluarkan, bencana ini masih menimbulkan korban. Berita terbaru menyebutkan bahwa alat pendeteksi tsunami di sana ternyata sudah tidak berfungsi sejak tahun 2012.

Keterengan soal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Ia menjelaskan bahwa alat pendeteksi dini tsunami yang disediakan telah banyak mengalami kerusakan. Hal itu disebabkan oleh oleh perilaku vandalisme masyarakat terhadap alat yang sangat penting itu.


"Untuk mengukur parameter rusak, silakan berkoordinasi ke Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Tanyakan ke mereka. Bukan BMKG dan BNPB," jelas Sutopo ditemui di Kantor BNPB, Jakarta Timur pada Senin (1/10). "Kenapa (alat deteksi tsunami) rusak? Banyak mengalami vandalisme seperti sensor diambil, lampu kedap kedip diambil. Buat tambatan kapal. Biaya maintenance berkurang. Sejak 2012 rusak.".

Meskipun demikian, BMKG masih dapat memantau terjadinya gempa yang berskala tinggi. "Berdasarkan parameter, begitu gempa terjadi di atas 7 SR kedalaman 2 km, di zona seduksi lalu kami disampaikan ke publik. Tapi BMKG juga punya ukurannya, kapan waktunya, daerah terdampak serta lokasi gempanya di mana," sambung Sutopo.

Sementara itu, beberapa alat pendeteksi tsunami juga dilaporkan hilang. Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku kecewa lantaran alat-alat pendeteksi yang sangat penting tersebut justru dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab.

Luhut juga menyatakan bahwa alat pendeteksi tsunami yang terapung atau disebut dengan buoy itu memang banyak dicuri di Aceh dan juga Palu. "Kita ingatkan masyarakat, tolong jangan buoy-buoy itu dicuri. Jadi banyak itu di Aceh maupun di Palu sehingga early warning (peringatan dini) itu jadi bisa terlambat sampainya," kata Luhut dilansir Detik pada Selasa (2/10).

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!