Banyak Tertimpa Reruntuhan, Korban Tewas Gempa Tsunami Palu Menjadi 1.234 Orang
Twitter/Sutopo_PN
Nasional

Evakuasi korban gempa masih terus dilakukan namun terkendala tanah ambles di beberapa wilayah.

WowKeren - Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala dan juga Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu menyisakan duka mendalam. Tak hanya menyisakan sejumlah kerusakan bangunan yang parah akibat gempa, pada hari itu pula, tsunami menerjang beberapa wilayah di Palu.

Akibat bencana dahsyat yang tak terduga ini, Gubernur Sulawesi Tengah menetapkan masa tanggap darurat hingga 11 Oktober mendatang. Berbagai bantuan termasuk yang datang dari luar negeri juga berbondong-bondong diberikan kepada para korban.

Sayangnya, bencana ini pun menelan banyak korban. Hingga Selasa (2/10), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan bahwa korba tewas akibat gempa tsunami Palu mencapai angka 1.234 orang.

Jumlah tersebut terus bertambah dari pemberitaan terakhir yang menyebutkan bahwa korban tewas mencapai 832 orang. "Totalnya 1.234 orang meninggal dunia dari daerah yang terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, pada Selasa (2/10).


Sutopo menjelaskan bahwa para korban banyak ditemukan tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, banyaknya korban juga diakibatkan karena sapuan tsunami akibat guncangan gempa yang besar.

Selain 1.234 korban tewas, BNPB juga mengabarkan sebanyak 799 orang luka berat. Sebanyak 99 orang juga dinyatakan hilang. Untuk jumlah korban yang ada di Balaroa dan Petebo, Palu masih belum dapat diperkirakan jumlahnya. "Di Petobo dan Balaroa, belum dapat diperkirakan karena tanahnya ambles," sambung Sutopo.

Di sisi lain, Sutopo juga sempat menjelaskan mengenai alat pendeteksi dini tsunami yang ternyata tak berfungsi sejak tahun 2012 lalu. Menurutnya, alat tersebut banyak mendapatkan vandalisasi sehingga tak bisa lagi dimanfaatkan.

Sementara itu, perumahan di Balaroa juga dikabarkan amblas ditelan bumi sedalam 20 meter. Camat Balaroa, Rahmatsyah, mengatakan di Perumnas Balaroa tercatat ada 400 kepala keluarga berisi sekitar 4.000 jiwa yang terdapat di 17 RT dan 3 RW di perumahan tersebut.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!