Ingin mengunjungi tempat wisata angker? 8 lokasi ini bisa masuk daftar kalian.
- Oct 9, 2018
WowKeren - Gua Belandan dan Gua Jepang merupakan peninggalan masa penjajahan yang terletak di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung. Gua Belanda didirikan pada tahun 1912 oleh kolonial Belanda sebagai terowongan untuk menyadap aliramn air sungai Cikapundung yang digunakan oleh PLTA Bengkok. Kemudian pada masa Perang Dunia II, mereka memanfaatkannya sebagai stasiun radio telekomunikasi Belanda.
Lalu pada masa penjajahan Jepang, mereka membangun gua di lokasi yang sama pada 1942. Goa ini digunakan sebagai barak militer dan perlindungan. Dalam pembangunan gua tersebut, Jepang memanfaatkan masyarakat Indonesia secara paksa atau kita kenal dengan Romusha. Setiap lorong gua menjadi saksi bisu banyaknya korban tewas saat pengerjaan gua tersebut.
Memasuki gua tersebut, kalian akan disambut suhu dingin dan suasana yang cukup menyeramkan karena minim pencahayaan. Instalasi listrik sendiri telah dipasang di dalam gua, namun suhu dingin di dalamnya sanggup memadamkan lampu. Jadi, pastikan kalian menyewa senter ya saat masuk ke dalam.
Dari dalam gua sering terdengar suara tentara yang tengah berbaris. Masyarakat juga mendengar suara jeritan yang sangat menyeramkan. Selain itu, terdapat pantangan bagi para pengunjung yakni dilarang mengucapkan kata "Lada". Pasalnya, pengunjung bakal "diganggu" oleh hal-hal mistis bahkan kerasukan.
"Lada" sendiri merupakan nama salah satu tokoh masyarakat atau leluhur di daerah tersebut yang sangat dihormati. Nama tersebut kemudian sangat disakralkan oleh masyarakat.
(wk/nris)