Sandi meminta agar debat bisa berlangsung efektif tanpa ada unsur saling serang antar dua kubu.
- Wahyu
- Kamis, 20 Desember 2018 - 15:08 WIB
WowKeren - Satu acara yang paling dinanti oleh masyarakat Indonesia menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah debat capres. Melalui acara ini, rakyat dapat mengetahui secara konkret tentang visi dan misi yang diusung oleh masing-masing pasangan calon (paslon).
Selain visi dan misi, rakyat juga bisa melihat langsung bagaimana kualitas masing-masing kubu, seperti cara mereka menyikapi masalah dan solusi apa yang ditawarkan. Dari sini, paslon dapat menambah dukungan suara untuk mereka.
Debat akan tayang perdana Januari mendatang dan digelar sebanyak lima kali menjelang Pilpres. Dalam setiap episode akan disajikan tema berbeda yang mencakup permasalahan Indonesia saat ini.
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, meminta agar debat ini nantinya tidak dijadikan sebagai ajang saling serang antar dua kubu seperti lomba cerdas cermat. Ia berharap agar melalui acara ini masing-masing paslon bisa menyampaikan visi dan misi mereka.
“Kami siapkan agar debat ini tidak menjadi ajang saling serang, jangan jadi ajang seperti cerdas cermat,” kata Sandi saat melakukan kunjungan di Blitar pada Rabu (19/12). “Tapi peluang ke masing-masing pasangan calon mengutarakan visi misi.”
Ia juga bergarap agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara mampu menghadirkan format baru yang berbeda. Hal ini bertujuan agar debat dapat berlangsung efektif dan peserta merasa nyaman.
“Karena Pak Yai, Pak Presiden, saya dan Pak Prabowo akan lebih nyaman dalam seting yang baru dan inovasi,” papar Sandi. “Supaya jangan terjebak dengan aksi debat yang tidak mencerminkan jati diri bangsa, kearifan.”
Paslon nomor urut 02 sendiri sudah menyiapkan argumen sebagai bekal debat nanti. Termasuk tentang pernyataan Prabowo yang mengatakan Indonesia bakal punah.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Suhud Aliyudin menegaskan bahwa ungkapan Prabowo tentang kepunahan Indonesia bukanlah bualan belaka. Pihak Prabowo akan membeberkan data dan fakta untuk membuktikan hal tersebut saat debat nanti.
“Membual atau tidak nanti dibuktikan pada saat debat capres,” terang Suhud dilansir CNNIndonesia pada Kamis (20/12). “Kami kira Pak Jokowi tidak bisa menghindar lagi untuk berdebat berbasiskan data dan fakta.”
Suhud menambahkan bahwa punah yang dimaksud Prabowo bukan dilihat dari sisi peradaban. Namun, lebih ke peran Indonesia sebagai salah satu bangsa di kancah internasional. Hal ini bisa terjadi jika kepemimpinan melemah.
(wk/wahy)