Tolak Disebut Antek Asing, Jokowi Beber Bukti Ini
Nasional

Banyak pihak menuding Jokowi sebagai kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia, namun ia membantah keras.

WowKeren - Setelah sekian lama, Indonesia akhirnya sah memiliki mayoritas saham PT Freeport Indonesia. Saham Freeport kini mayoritas telah dikuasai oleh PT Inalum. Momen ini merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 1973.

Pencapaian tersebut dikatakan Presiden Joko Widodo sebagai bukti bagi banyaknya tudingan yang menyebut bahwa dirinya adalah kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia. Jokowi juga mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hal yang luar biasa. Mengingat pemerintahan sebelumnya belum berhasil menguasai sebagian besar saham perusahaan yang sudah ada di Papua sejak 1973.

"Baru kemarin sore Freeport di Papua, yang telah dikelola oleh oleh Freeport-McMoran Inc setelah 40 tahun, kemarin sudah kami selesaikan dan kami mendapatkan mayoritas 51 persen," ujar Jokowi seperti dikutip CNN pada Sabtu (22/12). "Seperti ini masih diisukan antek asing, coba kalau antek asing, antek asingnya yang mana?"


Calon Presiden Indonesia nomor urut 01 ini juga menjabarkan bukti lain bahwa dirinya bukanlah antek asing seperti yang selama ini dituduhkan kepadanya. Salah satu bukti adalah pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam dari perusahaan asal Perancis, Total E&P Indonesia oleh PT Pertamina (Persero). Bukti lain adalah pengelolaan Blok Rokan yang telah jatuh ke Pertamina yang selama ini dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat.

Dengan bukti-bukti tersebut, Jokowi ingin meluruskan isu miring yang selama ini menerpa dirinya. "Hal seperti ini (antek asing) harus diluruskan, kalau tidak jadi isu yang kemana-mana," tegas Jokowi.

Kepemilikan saham PT Freeport ini juga disebut Jokowi akan dimanfaatkan secara baik untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kesejahteraan tersebut juga tak terkecuali diberikan kepada rakyat Papua. "Juga masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada," terang Jokowi.

Diketahui, PT Inalum telah membayar USD 3,85 miliar kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto. Biaya ini digunakan untuk membeli sebagian saham FCK dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI, sehingga kepemilikan PT Inalum meningkat dari 9 persen menjadi 51,2 persen. Sebelumnya Timses Jokowi juga sudah membicarakan perihal prestasi Jokowi yang satu ini.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait