Kubu Jokowi tetap berpegang teguh pada jalan mereka untuk selalu menyuarakan hal-hal positif saat kampanye.
- Wahyu
- Rabu, 26 Desember 2018 - 14:30 WIB
WowKeren - Lagi-lagi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan yang menghebohkan dalam pidatonya. Setelah mengungkap Indonesia bakal punah jika ia tidak terpilih menjadi presiden di Pilpres 2019 nanti, ia kembali mengejutkan publik dengan menyamakan Indonesia dengan negara-negara miskin di Afrika.
“Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika,” kata Prabowo Subianto saat menghadiri Pengajian Majelis Tafsir Alquran di Solo pada Minggu (23/12). “Ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, kalian tidak tahu letaknya di mana.”
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kubu Prabowo memang kerap menyerang kubu Joko Widodo alias Jokowi-Ma’ruf Amin dari sisi ekonomi. Ia menyayangkan kondisi Indonesia yang memprihatinkan, padahal bangsa ini merupakan negara keenam terkaya di dunia.
“Itu yang buat sedih,” tambah mantan Danjen Kopassus itu. “Kan negara kita keempat terbesar di dunia dan keenam terkaya di dunia.”
Terkait pidato Prabowo, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu tidak perlu ditanggapi. Ia juga dengan tegas mengatakan bahwa kubu Prabowo memang kerap membuat narasi negatif dan menjurus ke arah fitnah.
“Termasuk pengalaman fitnah dan hoaks yang telah menjadi tradisi sejak Obor Rakyat 2014 tidak perlu ditanggapi,” terang Hasto Kristiyanto dilansir Okezone Rabu (26/12). “Apalagi terkait isu agama, kita percaya penuh pada ke-Islaman Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.”
Hasto juga menambahkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menuntun rakyat Indonesia dan memiliki kebesaran hati untuk berguru pada rakyat. Bukan sosok yang selalu tampil emosional dan mengerucutkan seolah-olah kepemimpinan nasional hanya urusan makanan pokok semata.
“Menjadi pemimpin bangsa yang begitu beragam dari Sabang sampai Merauke itu memerlukan kebesaran jiwa, kerendahan hati untuk selalu menyatu dan berguru dengan rakyat,” papar Hasto. “Bukan sebaliknya tampil emosional dan menyederhanakan kepemimpinan nasional hanya urusan tafsiran harga makanan pokok semata.”
Kepada masyarakat, Hasto menyampaikan pesan dari Jokowi dan Ma’ruf untuk tidak mudah terhasut oleh narasi-narasi pesimis yang dilancarkan oleh kubu Prabowo. Hasto juga mangatakan bahwa Jokowi dan Ma’ruf adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden yang tepat, mengingat Ma’ruf merupakan sosok kiai yang bijaksana.
“Terlebih dengan sosok Kiai bijaksana yang mendampingi Pak Jokowi, KH Ma’ruf Amin,” tambah Hasto. “Kedua Beliau adalah cermin kepemimpinan Indonesia Raya.”
(wk/wahy)