Malam pergantian tahun, Presiden Jokowi pilih merayakan dengan makan bersama Paspamres dan karyawan Istana Bogor.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 02 Januari 2019 - 09:41 WIB
WowKeren - Pada Senin (31/12), seluruh masyarakat dunia menyambut antusias malam pergantian Tahun Baru 2019. Hal itu juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia, tak kerkecuali Presiden Indonesia, Joko Widodo. Kali ini, presiden memilih merayakan malam pergantian tahun di Istana Bogor.
Sebuah video diunggah di akun Instagram pribadi presiden pada Selasa (1/1) kemarin. Dalam video tersebut, terlihat Jokowi membaur bersama Paspamres dan staf kepresidenan yang lain. Mereka terlihat menggelar makan bersama sambil menanti malam pergantian tahun.
Kendati demikian, Jokowi menjelaskan bahwa baginya semua hari adalah sama. Tak ada yang khusus dengan malam pergantian tahun ini. "Ya, seperti hari-hari biasa. Seperti hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu," terang Jokowi seperti yang terlihat dalam video.
Sementara itu, menurut salah satu staf kepresidenan, Jokowi dan keluarga memang tak merayakan Tahun Baru. "Emang enggak merayakan Tahun Baru. Jadi ya, malam Tahun Baru, ya seperti biasa-biasa aja, seperti malam-malam lainnya. Seperti malam ini, jadi kita semuanya di kediaman Bapak, di Istana Bogor, ditraktir Bapak. Ini bareng-bareng temen dari Paspamres, ada dari karyawan Istana. Kita ditraktir Bapak semuanya di sini, ya makan makan," ujar Kapten Inf Teddy Indra Wijaya, asisten ajudan Presiden RI.
Dalam kesempatan itu, Jokowi terlihat tampil sederhana mengenakan kemeja putih yang dipadu dengan jaket hitam. Ia juga terlihat memakai sarung berwarna hitam dengan motif kotak-kotak. Sontak, dandanan Jokowi yang memilih mengenakan sarung di malam pergantian tahun ini menjadi berhasil menjadi sorotan.
Tak sekadar dandanan biasa, sarung ternyata memiliki filosofi yang cukup mendalam. Hal itu seperti yang pernah disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kampar, Jefry Noer, seperti dilansir TribunNews pada Rabu (2/1). Menurutnya, kain sarung memiliki filosofi luar biasa.
Menurut Jefry, kain sarung mengajarkan orang untuk sabar dan mencukupi apa yang ada, hanya bagaimana memutar otak agar mendapatkan yang belum ada. Selain itu, kain sarung juga memiliki kegunaan yang banyak sehingga sangat bermanfaat. Orang yang hidup dengan filosofi kain sarung akan mampu hidup walau dengan kondisi susah dan akan mudah memecahkan segala persoalan yang dihadapinya.
Di sisi lain, Jokowi menyatakan sikap optimisnya dalam menyambut pergantian tahun 2019. Saat ditanya apakah tidak ada perayaan khusus menyambut 2019, Jokowi menegaskan tidak menyelenggarakannya. "Enggak ada. Yang paling penting, 2019 optimis, optimis, optimis," tegas Jokowi.
(wk/silm)