Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap meminta Indonesia waspada terhadap berbagai perubahan ekonomi global.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 07 Januari 2019 - 19:23 WIB
WowKeren - Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dikabarkan menguat hingga Rp 13.990 pada Senin (7/1). Melihat data Google, Rupiah menguat terhadap Dollar di sekitaran angka Rp 14.092,55. Kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar ini sebelumnya telah diprediksi oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Jokowi menyampaikan perihal prediksi bahwa Rupiah akan segera menguat terhadap Dollar pada saat menghadiri CEO Network di The Ritz-Carlton, Jakarta pada 3 Desember 2018 lalu. "Saya dengar arus modal infonya sudah kembali lagi masuk, masuk, masuk. Jangan kaget nanti kalau dolar AS turun terus, enggak tahu sampai berapa. Tapi kita juga ingin turunnya tidak drastis karena kita masih membutuhkan untuk persaingan dalam ekspor produk Indonesia,” jelas Jokowi.
Sebelumnya nilai tukar Rupiah sempat membuat banyak pihak cemas lantaran mencapai jumlah yang cukup besar pada Oktober 2018 lalu. Diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar mencapai angka hingga Rp 15.231.
Kendati demikian, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia masih tetap harus waspada terhadap berbagai perubahan ekonomi global. Salah satunya adalah mengenai perkembangan damai dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. "Sekarang kami melihat bahwa kepercayaan terhadap perekonomian dan juga suasana global tetap harus kita waspadai. Capital inflow sudah mulai terjadi, sehingga neraca pembayaran jadi positif," jelas Sri Mulyani seperti dilansir CNBC pada Senin (7/1).
Lebih lanjut, wanita yang mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik menyatakan masih akan terus memantau perkembangan Rupiah. Di sisi lain, Kepala Departemen Pengelolaan Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah, menyatakan bahwa menguatnya nilai tukar Rupiah ini menunjukkan adanya kepercayaan pasar terhadap Rupiah.
"Menguatnya Rupiah yang signifikan hari ini menujukkan kepercayaan pasar terhadap Rupiah sangat kuat," terang Nanang. "BI akan terus memonitor secara cermat dinamika pasar keuangan global yang merespon proses negosiasi kesepakatan dagang AS - China dan stance kebijakan moneter the Fed."
(wk/silm)