Revisi Visi dan Misi Prabowo-Sandiaga Ditolak KPU, Amien Rais Angkat Bicara
Nasional

Amien Rais mengingatkan KPU sebagai pihak penyelenggara Pemilu untuk berlaku jujur dan adil.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melayangkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait perubahan visi dan misi yang telah disetrokan di awal. Menurut pihak BPN, perlu dilakukan perbaikan struktur bahasa agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Sayangnya, pihak KPU menganggap bahwa dokumen visi dan misi yang sudah disetorkan di awal sudah tidak dapat diubah lagi. Sebab, penyerahan dokumen merupakan bagian dari proses pendaftaran yang sudah dilalui.


Meski begitu, KPU mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa membatasi masing-masing Paslon dalam memberikan gagasan dan ide-ide yang bertujuan untuk membangun bangsa. Namun, saat nanti penyampaian visi dan misi dilakukan, KPU tetap akan berpatok pada dokumen awal yang sudah diserahkan sebelumnya.

Terkait penolakan ini, Dewan Pembina BPN, Amien Rais, angkat bicara. Ia mengingatkan KPU bahwa sebagai pihak penyelenggara Pemilu tidak seharusnya bersikap seperti layaknya penguasa.

"Cuma gini cuma, saya hanya wanti-wanti Saudara-saudara KPU, Anda hanya pelaksana," kata Amien di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (11/1). "Di sini saya katakan, please, jangan sok kuasa, Anda itu hanya pelaksana ya."

Amien menilai bahwa Pemilu harus dilakukan secara jujur, adil, dan transparan. Sebab jika tidak, maka akan ada pihak yang dirugikan, terutama mereka yang merasa tidak memperoleh sebuah pemilihan legislatif yang transparan.

"Nanti yang akan mendapatkan nasib buruk ya, yang nasib tidak diinginkan itu," lanjut Amien. "Adalah pihak yang merasa tidak memperoleh sebuah pileg yang transparan, yang luber, jurdil, yang jujur."

Ia kemudian mengingatkan KPU soal adanya sekian juta daftar pemilih tetap (DPT) palsu yang pernah mencuat beberapa waktu lalu. Mantan Ketua UMUM Partai Amanat nasional (PAN) itu juga menyinggung peristiwa penemuan ratusan e-KTP yang dibuang di tempat sampah.

"Jadi bahkan saya katakan deh, KPU hati-hati, masa ada daftar pemilih tetap sekian juta ternyata bodong," tegas Amien. "Kemudian ada e-KTP ada ratusan ribu dibuang ke tong sampah, dibuang ke semak belukar dan lain-lain."

You can share this post!

Related Posts