TKN menyebut bahwa pihaknya belum pernah membahas akan mengajak Ahok untuk bergabung.
- Wahyu
- Kamis, 24 Januari 2019 - 10:26 WIB
WowKeren - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pihaknya tidak berinisiatif mengajak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bergabung. Sebab sampai saat ini, pihak TKN belum pernah membahas soal itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua TKN, Arsul Sani.
"Sampai sekarang TKN tidak pernah bicarakan soal Pak Ahok," kata Arsul Sani di kawasan SCBD, Rabu (23/1). "Kalau TKN enggak ada rencana atau inisiatif minta dan mengajak Pak Ahok."
Adapun pernyataan tersebut untuk menanggapi kemungkinan bergabungnya mantan DKI Jakarta itu ke TKN. Sebab, selama ini Ahok adalah pendukung Paslon nomor urut 01.
Setiap warga negara berhak mendukung Paslon manapun pilihannya. Begitu juga dengan Ahok. Arsul mengapresiasi dukungan yang diberikan Ahok kepada Jokowi-Ma'ruf.
Sayangnya, Ahok sepertinya tidak akan langsung melanjutkan kiprah politiknya setelah bebas. Sebab berdasarkan informasi yang diterima Arsul dari sumber terdekat Ahok, mantan pasangan Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta itu memilih untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Sepanjang yang saya ikuti dari teman yang dekat dengan Ahok," tutur Arsul. "Tentu dia setelah keluar dari penjara akan istirahat dulu melanjutkan kontemplasinya."
Pada dasarnya, Arsul mengatakan bahwa pihaknya membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung ke TKN. Namun yang jadi persoalan adalah menentukan peran apa yang sesuai untuk diberikan.
"Jadi begini, tentu siapa saja yang ingin menyampaikan dukungan kan ya kita enggak bisa melarang yang bersangkutan mendukung," terang Arsul. "Persoalannya kemudian peran apa yang pas untuk dimainkan."
Menurut Arsul, jika Ahok memang ingin mengajukan diri untuk bergabung dalam TKN, maka perlu adanya pembahasan lebih lanjut. Arsul membantah jika upaya tersebut dilakukan lantaran adanya kekhawatiran akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi.
Perlu diketahui bahwa selama ini pihak TKN tidak begitu aktif dalam melakukan perekrutan. Sebaliknya, justru dari masyarakat sendiri yang mengajukan ke TKN. Ia kemudian mencontohkan saat Tuan Guru Bajang (TGB) ber-manuver ke Jokowi.
"Termasuk TGB," lanjut Arsul. "Pasti ada relawan atau elemen pendukung di masyarakat yang mempertemukan TGB dengan Jokowi dan TKN."
(wk/wahy)