Sandiaga meminta agar semua pihak tidak saling menyalahkan karena justru akan merugikan masyarakat.
- Wahyu
- Jumat, 25 Januari 2019 - 09:20 WIB
WowKeren - Publik digegerkan dengan ditemukannya tabloid Indonesia Barokah yang beredar di sejumlah masjid di wilayah Jawa Tengah. Isi tabloid tersebut dinilai menyudutkan salah satu Paslon. Menanggapi hal ini, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut angkat bicara.
Sandiaga menilai bahwa beredarnya tabloid Indonesia Barokah merupakan bagian dari black campaign atau kampanye hitam. Oleh sebab itu, ia menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.
Sebab menurutnya, sudah ada kesepakatan untuk tidak melakukan kampanye hitam yang dapat merugikan masing-masing Paslon. Fenomena beredarnya tabloid ini tak ubahnya seperti kejadian yang pernah ada saat Pilpres 2014 lalu.
"Ya ini tentunya saya serahkan kepada aparat hukum karena itu adalah bagian dari black campaign," kata Sandi di Tomang, Jakarta Barat, Kamis (24/1). "Yang sudah kita sama-sama sepakati untuk tidak dilakukan tapi ternyata seperti tahun 2014 versi 2019 sekarang keluar."
Untuk itu, Sandiaga meminta agar masing-masing pihak tidak saling menyalahkan satu sama lain. Sebab jika hal itu dilakukan, justru akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat sehingga masyarakat sendiri lah yang nantinya dirugikan. Apa lagi gelaran Pilpres juga semakin dekat.
"Kita introspeksi dan perbaiki 80 hari ke depan," lanjut Sandiaga. "Untuk tidak saling menjatuhkan menggunakan pola-pola yang sebetulnya sangat tidak diterima dilakukan masyarakat."
Selain Sandiaga, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga juga sempat memberikan tanggapan sebelumnya. Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said tidak ambil pusing dengan beredarnya tabloid tersebut.
Menurutnya masyarakat bisa menilai sendiri cara-cara primitif seperti itu. Sebab, dari awal pihak BPN sudah mengajak untuk saling menyuarakan gagasan dan pesan-pesan yang baik dengan tidak saling menyebar opini negatif.
"Biar masyarakat lihat deh, itu cara-cara primitif menurut saya," kata Sudirman dilansir iNews pada Jumat (25/1). "Dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikan, adu pesan-pesan baik. Jangan menyebarkan hal begitu."
Said juga menegaskan bahwa bukan pihaknya yang membuat tabloid itu. "Enggak mungkin kan kami bikin sendiri (tabloid itu), yang bikin kan pasti orang lain. Jadi, biar saja," lanjut Sudirman.
(wk/wahy)