Jusuf Kalla Nilai Pembangunan Infrastruktur Kurang Efisien, Sandiaga: Pemerintah Saja Saling Kritik
Instagram/wapresri.go.id
Nasional

Sandiaga menilai bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali melayangkan kritik terhadap pemerintah terkait pembangunan infrastruktur. JK menilai bahwa pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi kurang efisien.

"Sama juga membikin kereta api di Sulawesi sampai ke Manado," kata JK di Hotel Kempinski, Jakarta pada Selasa (22/1). "Barang apa mau diangkut dari Utara ke Selatan, Selatan ke Utara? Nggak ada."

Hal tersebut lantas membuat calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut menanggapi. Menurut Sandiaga, pembangunan rel kereta seharusnya bisa memberikan dampak pada penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga menyoroti sikap pemerintah yang saling mengkritik.

"Ya kita lihat di dalam pemerintahan saja saling mengkritik, apalagi masyarakat," kata kata Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1). "Masyarakat menginginkan infrastruktur itu bisa membuka peluang lapangan kerja untuk mereka."

Proyek pembangunan jalur kereta diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses tempat-tempat tujuan dan membantu mereka menekan biaya transportasi. Sehingga, hal itu nantinya akan bisa bermanfaat untuk meningkatkan hajat hidup orang banyak.


"Dan juga meningkatkan konektivitas dan menurunkan biaya untuk mereka," pungkas Sandiaga. "Infrastruktur itu harus mampu untuk menjawab hajat hidup orang banyak misalnya seperti itu."

Kritik yang dilayangkan JK bukanlah tanpa dasar. Menurut Sandiaga, kritkan JK tersebut sebelumnya sudah dibahas oleh Bank Dunia. Adapun hal itu muncul karena pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Indonesia kurang efisien. Akibat perencanaan yang kurang matang, berakibat pada eksekusi yang kurang maksimal.

"Sebetulnya yang disampaikan Pak JK itu sudah dibahas secara mendetail oleh Bank Dunia salah satunya," tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Bahwa ini tidak dilakukan secara matang dan eksekusinya belum optimal."

Untuk itu, infrastruktur harus direncanakan secara matang. Hal tersebut dilakukan dengan cara melibatkan pengusaha nasional. Tak hanya itu, anggaran pembangunan infrastruktur juga diupayakan agar tidak semakin membebani BUMN.

"Hal-hal seperti ini yang akan kami lakukan dengan perencanaan yang sangat matang melibatkan dunia usaha," ujar Sandiaga. "Dan menurunkan beban kepada anggaran negara dan kita tidak akan semuanya berpangku pada BUMN."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait