Sandiaga menegaskan bahwa timnya dengan Prabowo menolak adanya kampanye hitam lewat hal-hal yang menyudukan salah satu paslon.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 28 Januari 2019 - 20:20 WIB
WowKeren - Peredaran tabloid Indonesia Barokah semakin meresahkan. Pasalnya, tabloid yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon presiden ini disebarkan di tempat-tempat ibadah, seperti masjid. Peredaran tabloid ini juga mencapai beberapa daerah di Indonesia.
Menanggapi keresahan masyarakat mengenai penyebaran tabloid Indonesia Barokah ini, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla turut buka suara. JK memerintahkan agar membakar tabloid-tabloid yang sudah dikirimkan ke masjid-masjid tersebut.
"Ya itu karena melanggar aturan apalagi mengirim ke masjid. Saya nanti harap jangan dikirim ke masjid," tutur Jusuf Kalla di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (26/1). "Semua yang (sudah tiba di) masjid-masjid itu dibakarlah, siapa yang terima itu."
Beda lagi dengan Jusuf Kalla, Calon Wakil Presiden Indonesia, Sandiaga Uno menyebut lebih baik melakukan pencegahan. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bahwa aksi pencegahan lebih penting sebelum melakukan pemusnahan.
"Bagi saya harapan Pak JK bahwa masjid tidak dijadikan tempat untuk berkampanye dan berpolitik," terang Sandiaga di Roemah Djoeang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (27/1). "Kalau menurut saya apa yang diarahkan Pak JK tersebut bisa saja dilakukan, tapi menurut saya yang paling terpenting adalah mencegah penyebaran berita-berita yang sangat merugikan dan mencederai proses demokrasi.
Sandiaga lantas menegaskan bahwa timnya dengan Prabowo sudah sepakat untuk tak melakukan kampanye terselubung. Ia juga menolak dengan tegas adanya kampanye hitam lewat tabloid-tabloid yang menyudutkan salah satu pasangan calon.
"Kami juga mengimbau kepada diri kami sendiri, juga kepada relawan, jangan melakukan dan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan, mengambil kekuasaan itu," lanjut Sandiaga. "Karena Allah SWT pasti tidak akan meridhoi cara-cara seperti itu."
Sebelumnya, dikabarkan bahwa nama Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja, Jokowi-Ma'ruf, Idfan Wahid atau Ipang Wahid menjadi dalang dari pembuatan tabloid ini. Namun, Andi Arief justru menyebutkan tiga nama yang ia duga menjadi pembuat tabloid ini.
(wk/silm)