KNKT akan menggabungkan analisis bagian FDR dan juga CVR untuk mengetahui penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 PK LQP.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 30 Januari 2019 - 13:23 WIB
WowKeren - Misteri jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP mulai terungkap ke permukaan. Diketahui pesawat tersebut dikabarkan hilang kontak dan ditemukan jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober tahun 2018 lalu.
Pemerintah terus menggali bukti-bukti yang bisa menjelaskan mengenai penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut. Salah satunya adalah yang bersumber dari black box alias kotak hitam pesawat. Bagian tersebut terdiri atas dua bagian, yakni Flight Data Recorder atau FDR dan Cockpit Voice Recorder atau CVR.
Bagian FDR Lion Air yang jatuh tersebut sudah ditemukan terlebih dahulu, sementara bagian CVR baru berhasil ditemukan pada Senin (14/1) yang lalu. Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah selesai melakukan transkrip percakapan yang terjadi antara pilot dan kopilot yang terekam dalam CVR tersebut. "Sudah (ditranskrip)," ujar Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo, seperti dilansir Detik pada Rabu (30/1).
Meski sudah selesai ditranskrip, KNKT mengaku membutuhkan waktu seminggu untuk mencocokkan data yang ada dalam FDR dan juga CVR. KNKT juga menyatakan bahwa pihaknya tak bisa mengungkapkan seperti apa isi percakapan dalam CVR tersebut.
"Nanti ada CVR, FDR kita gabung. Oh, pas peristiwa ini ada pembicaraan apa. Terus pas peristiwa ini membicarakan apa. Itu yang sedang kita lakukan. Tapi nanti akan kita lihat lagi, kenapa kok alasannya orang melakukan ini. Itu yang nanti kita lihat juga," sambung Nurcahyo. "Kalau penggabungannya sudah selesai. Analisa itu kita melihat pas ada peristiwa ini di FDR ada pembicaraan apa. Nah, nanti kita lihat pembicaraan ini maknanya apa. Kenapa mereka ngomong begitu."
Pada Selasa (22/1) kemarin, pihak KNKT telah menyatakan berhasil mengunduh data yang ada dalam CVR. Dalam CVR tersebut terdapat data dengan rekaman percakapan sepanjang 124 menit. Tim KNKT kemudian melakukan penyaringan suara rekaman agar terdengar lebih jernih dan jelas.
(wk/silm)