Saphira Indah diketahui mendadak meninggal dunia dalam kondisi sedang hamil enam bulan.
- Eva Ayu Rahmawati
- Kamis, 31 Januari 2019 - 11:44 WIB
WowKeren - Aktris cantik Saphira Indah diketahui tutup usai pada Rabu (30/1). Pemain film "Eiffel I'm In Love 2" ini tiba-tiba meninggal dunia saat sedang mengandung janin yang berusia enam bulan.
Saphira dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit. Kali ini, suami Saphira yang bernama Rico Hidros Daeng alias Ai menceritakan kronologi sebelum sang istri meninggal dunia.
Menurut Ai, Saphira mengalami sesak napas selama lima hari terakhir yang menjadi semakin parah pada Senin (28/1) malam. Padahal, Ai menyebutkan bahwa Saphira tak memiliki riwayat penyakit tertentu. Sesak napas yang dialami Saphira pun disebutkan karena ada masalah di paru-parunya.
"Sebenarnya enggak ada sakit yang gimana. Cuma sesak (napas) biasa doang," ujar Ai saat ditemui di rumah duka di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (31/1). "Tapi selama lima hari, hari kelima fatal. Jadi ada masalah pernapasan di paru-paru."
Lebih lanjut, Ai juga tak menyangka bahwa istrinya akan meninggal dunia secepat ini. Pasalnya aktris berusia 32 tahun tersebut tak pernah mengeluhkan sakit, serta selalu menjaga kesehatannya dan rajin kontrol tiap bulan.
"Jadi enggak ada keluhan sakit yang gimana. Enggak ada. Karena tiap bulan kan rajin kontrol, check up. Makanan dijaga, semua dijaga," ungkap Ai. "Tapi tiba-tiba ya ajal kan modelnya beda beda. Kadang-kadang orang lagi duduk ya meninggal lah. Ya begitulah. Kan kita enggak bisa prediksi."
Saat masih dirawat di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, Saphira sempat lepas pasang selang oksigen dan minta pindah ruangan. Namun, sesak napas yang dirasakan Saphira tak kunjung usai hingga semakin para dan merenggut nyawanya.
"Lagi di kamar, 'Sesak nih, meriang, ke rumah sakit yuk' dia bilang. Cek yuk ke rumah sakit. Itu malam. Ya udah di bawa ke rumah sakit, dirawat," jelas Ai. "Dokter bilang rawat inap aja deh. Naikin HB-nya. Ya udah dari situ mulai, tekanan pertama kedua ketiga sesaknya enggak hilang-hilang. Pas udah ditangani dokter, hari kelima langsung. Tiba-tiba (meninggal)."
(wk/evaa)