Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, turut berkomentar tentang utang negara Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 01 Februari 2019 - 15:42 WIB
WowKeren - Isu utang negara Indonesia akhir-akhir ini mendapat banyak sorotan. Setelah total utang Indonesia bertambah dan diketahui mencapai Rp 4.418,3 triliun, beberapa pihak membahas isu ini.
Salah satunya adalah Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Sandi menyebut bahwa rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini masih belum aman. PDB sendiri adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.
Menurut laporan pada September 2018, rasio utang pada PDB mencapai 30,31 persen. Dilihat dari jumlah utang negara, PDB Indonesia diperkirakan sebesar Rp 14.395 triliun.
"Angka-angka tersebut janganlah kita bilang angka tersebut aman," jelas Sandi saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandi, Kamis (31/1). "Kita harus hati-hati karena ini tantangan ekonomi pada 2019, tantangan perang dagang, tantangan lain."
Sandi menjelaskan bahwa saat ini yield (imbas hasil) Surat Utang Indonesia mencapai 8,1 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi apabila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
Tak hanya itu, Sandi juga menuturkan bahwa kondisi global yang tak menentu bisa memengaruhi posisi utang Indonesia menjadi semakin tak aman. Sehingga pemerintah seharusnya bisa lebih bijak dalam mengelola utang untuk dialokasikan ke sektor yang produktif.
Sandi juga menuturkan bahwa yield yang tinggi dapat menjadi pengingat. Jadi ke depannya, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dengan pendanaan yang inovatif dan tak memberatkan utang.
"Jangan sampai karena yield kita tertinggi, ini berbahaya kalau kita sudah setinggi itu bunganya," terang Sandi. "Itu merupakan salah satu reminder buat kita."
Sebelumnya, Prabowo juga sempat mengomentari utang negara. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut bahwa pemerintah kini malah bangga berutang.
Tak hanya itu, Prabowo juga membahas kinerja Menteri Keuangan. Prabowo bahkan menyebut Menteri Keuangan sebagai menteri pencetak uang.
(wk/Bert)