Apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet tak hanya mencoreng nama baik koalisi, tapi juga merugikan Prabowo di Pilpres 2019.
- Wahyu
- Sabtu, 02 Februari 2019 - 11:17 WIB
WowKeren - Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2018 lalu. Ia dijerat dengan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.
Aktivis perempuan tersebut sempat menghebohkan publik dengan membuat berita bohong. Ia mengaku dirinya merupakan korban penganiayaan. Namun, setelah diselidiki ternyata lebam di wajahnya merupakan efek operasi sedot lemak.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bahkan mengaku kecewa dengan perbuatan mantan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) tersebut. Ia akhirnya harus meminta maaf kepada publik terkait hal itu.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan bahwa ia sama sekali tak berniat untuk menjenguk Ratna di Rutan Polda Metro Jaya. Fadli masih merasa jengkel dengan apa yang telah dilakukan Ratna. Sebab, Ratna tak hanya membohongi publik tapi juga Prabowo dan BPN.
"Memang enggak ada niat sih (menjenguk Ratna Sarumpaet)," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2). "Kami ini kan merasa keki. Kami ini merasa jengkel sekali merasa dibohongi kok."
Akibat kebohongan Ratna itu, Prabowo dan BPN harus terkena imbasnya. Waktu itu, Ratna menyampaikan cerita bohongnya ke Prabowo. Prabowo yang tanpa berpikir macam-macam, berniat memproses hukum kasus penganiayaan yang menimpa mantan juru bicaranya tersebut.
Namun, tak lama setelah itu kebohongan Ratna terbongkar. Prabowo pun segera meminta Ratna untuk mengundurkan diri dari BPN. Sebab, apa yang telah dilakukannya telah mencoreng koalisi pendukung Prabowo.
"Bahwa saya meminta Ratna Sarumpaet untuk mengundurkan diri dari BPN," kata Prabowo beberapa waktu lalu. "Dan beliau sudah melakukan itu. Sudah ada suratnya."
Fadli mengatakan bahwa kebohongan Ratna sangat merugikan Prabowo di Pilpres 2019. Bahkan saat debat perdana, Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi sempat menyinggung kasus tersebut untuk menyerang Prabowo.
"Kami yang paling dirugikan kan. Kami dirugikan sekali dengan kasus ini," tegas Fadli. "Lihat saja sampai ini jadi bahan bagi Jokowi di debat pertama. Yang ditanya apa, jawabannya kasus RS lagi."
(wk/wahy)