Ketua DPR Bantah Usulan Motor Masuk Tol Idenya: Banyak yang Sotoy!
Nasional

Usulan motor masuk tol yang disampaikan Bamsoet ini mengundang sejumlah pro dan kontra, politikus Golkar ini mencoba meluruskannya.

WowKeren - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet sempat mengutarakan wacana mengenai motor yang diperbolehkan lewat jalan tol. Akan tetapi, pernyataan tersebut kemudian mengundang kontroversi. Meski banyak yang setuju, namun pihak yang menentang pun tak kalah kuat memberikan argumen.

Sudah terlanjur menjadi bahasan panas, Bamsoet justru membantah jika ide tersebut berasal dari pernyataannya. Ia bahkan menyebut banyak pihak menjadi sok tahu alias sotoy terhadap wacana memperbolehkan motor lewat jalan tol.

"Terkait wacana jalur khusus tol kendaraan roda dua atau motor, ternyata banyak yang belum paham (gagal paham) namun, sudah 'sotoy' atau sok tahu," ujar Bamsoet dilansir Detik pada Senin (4/2). "Pertama, gagasan itu bukan ide saya tapi merupakan aspirasi para pemotor yang jumlahnya jutaan itu dan saya hanya meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah dan memperjuangkannya. Mengingat di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 tahun 2009 tentang Jalan Tol jelas tertulis."

Politikus partai Golkar ini lantas menegaskan jika pemotor benar diizinkan masuk ke dalam jalan tol, mereka harus dibuatkan jalan khusus. "Namun, terpisah atau disediakan jalur khusus satu arah dengan gate atau gerbang khusus motor bagi ruas-ruas tol yang masih memungkinkan selebar 2,5 meter di sisi bahu jalan yang di batasi separator beton dengan tingkat keamanan yang tinggi seperti yang sudah ada di Tol Bali Mandara," jelas Bamsoet.


Bamsoet menjelaskan bahwa kekecewaannya lantaran banyak pihak yang langsung memberikan kritikan buruk mengenai wacana tersebut. Padahal, dengan diwujudkannya wacana motor masuk jalan tol dengan jalur khusus ini, ia berharap kemacetan bisa terurai.

"Jadi, siapa bilang dengan jalur khusus motor dengan separator berkeamanan tinggi di tol itu berbahaya dan menambah kematian?" tegas Bamsoet. "Mereka juga ingin menikmati insfrastruktur tanpa diskriminasi yang dibangun oleh negaranya, dengan nyaman dan aman seperti para pemilik mobil."

Sebelumnya, tanggapan mengenai usulan ini juga turut disampaikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurut pihaknya, usulan motor masuk tol dinilai berbahaya.

"Menurut saya, kalau untuk kepentingan safety," tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa (29/1). "Motor masuk tol itu tidak recommended."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait