Pembangunan jalan tol bertujuan untuk memudahkan mobilitas baik orang dan barang sehingga hal ini nantinya akan berdampak pada perekonomian nasional.
- Wahyu
- Senin, 04 Februari 2019 - 14:28 WIB
WowKeren - Kritik pedas seakan tak henti-hentinya menyerang calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi. Terutama soal pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah.
Terkait hal ini, Jokowi menganggap bahwa pihak yang mengkritik dirinya soal pembangunan jalan tol adalah mereka yang kurang paham dengan ekonomi makro. Sehingga, akan sulit untuk menerima penjelasan.
"Silakan ada orang ngomong kepada saya, pak kita enggak mau makan jalan tol," kata Jokowi dalam acara Temu Silaturahmi Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (2/2). "Ya kalau enggak ngerti teori ekonomi makro sulit saya menjelaskan."
Sebab menurut Jokowi, jika memang sudah dibutakan dengan kebencian, maka meski dijelaskan seperti apapun akan sulit untuk bisa paham. Sehingga akan sulit juga untuk menerima kebijakan apapun yang dibuat olehnya. "Kalau memang benci dan enggak senang, dijelaskan kayak apa ya enggak nyambung," jelas Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa keberadaan jalan tol sangatlah penting. Sebab, adanya infrastruktur tersebut mampu mempercepat mobilitas baik orang maupun barang. Sehingga, hal ini akan berdampak pada peningkatan kondisi perekonomian. Jokowi tidak ingin jika ada pihak yang mengatakan bahwa Indonesia tidak memerlukan jalan tol.
"Jangan sampai ada yang bilang kita tak perlu itu," tegas Jokowi. "Kita tak makan jalan tol. Siapa yang suruh makan jalan tol?"
Berkat adanya kemudahan mobilitas, maka waktu yang dibutuhkan juga semakin singkat. Jokowi kemudian memberi contoh tentang jarak tempuh dari Semarang ke Jakarta. Sebelum jalan tol dibangun, perlu waktu sekitar sepuluh jam untuk mencapainya. Sedangkan setelah jalan tol dibuat, jarak tempuh itu bisa ditempuh hanya dalam waktu lima jam.
Selain mudah, jalan tol juga bisa menghemat biaya transportasi. Jokowi menambahkan, itulah yang dilakukan oleh negara-negara maju lainnya.
"Inilah yang namanya kecepatan." imbuh Jokowi. "Kecepatan akan memudahkan dan memurahkan. Semua negara maju itu melakukan itu."
Pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan dalam rangka untuk berkompetisi dengan negara lainnya. Jokowi meminta agar masyarakat tetap optimis dalam membangun bangsa dan negara.
"Ini dalam rangka berkompetisi dengan negara-negara lain. Saya titip marilah kita bersama-sama optimistis," lanjut Jokowi. "Terutama dari para intelektual-intelektual. Jangan sampai kita terbawa arus pesimisme."
(wk/wahy)